{"id":985,"date":"2012-09-10T07:27:26","date_gmt":"2012-09-10T00:27:26","guid":{"rendered":"http:\/\/pertaniansehat.com\/?p=985"},"modified":"2017-02-24T13:24:32","modified_gmt":"2017-02-24T06:24:32","slug":"membuat-pupuk-cair-dari-hama-keong-mas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/membuat-pupuk-cair-dari-hama-keong-mas\/","title":{"rendered":"Membuat Pupuk Cair dari Hama Keong Mas"},"content":{"rendered":"<p><!--:in-->Hama keong mas sering kali membuat jengkel petani.\u00a0 Betapa tidak, hama ini bisa menghabiskan tanaman padi yang masih muda, apalagi tanaman padi dengan sistem tanam 1 tanaman per lubang.\u00a0 <!--:--><!--:en--><\/p>\n<p>\n<!--:--><!--more--><!--:in-->Serangan berat umumnya terjadi di persemaian sampai tanaman berumur di bawah 4 minggu setelah tanam.\u00a0 Hasil jerih payah petani dalam menyemai dan tandur.\u00a0\u00a0 Pada tanaman dewasa, umumnya terjadi pada anakan sehingga jumlah anakan akan berkurang.<\/p>\n<p>Pengendalian hama keong mas ini bisa dilakukan secara manual.\u00a0 Memang sedikit membosankan dan membuat kesal.\u00a0 Tetapi ditangan orang-orang yang kreatif ternyata hama yang tadinya menjadi masalah bisa bermanfaat.\u00a0 Selain bisa dimanfaatkan untuk pakan bebek, keong mas juga bisa dibuat menjadi bahan baku untuk pembuatan puk organik cair.\u00a0 Berikut adalah beberapa pembuatan pupuk organik cair yang berasal dari keong mas.\u00a0 Tentang khasiatnya pada tanaman, silahkan buat dan coba sendiri!<\/p>\n<p>Cara Pembuatan POC dari Keong Mas (<em>Pomacea canaliculata<\/em> Lamarck)<\/p>\n<p><strong>Versi 1. Formula Hadi Prasetyo, PPL BKPP Kutai Timur (Sinar Tani Edisi 4-10 Juli 2012)<\/strong><\/p>\n<p>Bahan-bahan:<\/p>\n<ol>\n<li>Keong mas yang masih hidup (1 kg)<\/li>\n<li>Air cucian beras (4 liter)<\/li>\n<li>Air Kelapa (2 liter)<\/li>\n<li>Gula merah\/Molase (400 g\/400 ml)<\/li>\n<li>Aktifator (160 ml)<\/li>\n<\/ol>\n<p>Alat:<\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li>Ember plastik (vol. 20 liter), 1 buah<\/li>\n<li>Botol air mineral (vol. 1 liter), 1 buah<\/li>\n<li>Selang plastik kecil, \u00bd meter<\/li>\n<li>Alat penumbuk, 1 buah<\/li>\n<li>Saringan\/kain bersih, 1 pasang<\/li>\n<\/ol>\n<p>Cara membuat:<\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li>Ambil air cucian beras dan campurkan dengan aktifator.\u00a0 Endapkan semalam.<\/li>\n<li>Tumbuk keong mas yang masih hidup sampai lembut.<\/li>\n<li>Encerkan gula merah\/molase, campur dengan air bersih dan air kelapa dalam satu wadah.<\/li>\n<li>Campurkan semua bahan menjadi satu, aduk hingga merata.<\/li>\n<li>Tutup rapat ember dengan plastik dan diikat.\u00a0 Bagian atas diberi lubang sesuai ukuran selang plastik, kemudian masukan selang ke lubang tersebut.<\/li>\n<li>Hubungkan selang tersebut dengan botol air kemasan yang telah diisi air setengahnya.<\/li>\n<li>Tunggu proses fermentasi selama \u00b1 10-15 hari.<\/li>\n<li>Pembuatan dinilai berhasil jika hasil fermentasi mengeluarkan bau harum yang khas.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Penggunaan untuk tanaman padi :\u00a0 Dosis : 250 cc\/15 liter air : 10 HST, 25 HST (setiap 15 hari)<\/p>\n<p>Penggunaan untuk sayuran : Dosis 200 ml\/15 liter air : 7 HST (berikutnya setiap tenggang 7 hari)<\/p>\n<p>Penggunaan untuk tanaman perkebunan : Dosis : 250 ml\/15 liter air : setelah pindah tanam (setiap 2 minggu sekali)<\/p>\n<p><strong>Versi 2 : Formula Gapoktan Silih Asih, Ciburuy, Kec. Cijeruk, Kab. Bogor<\/strong><\/p>\n<p>Bahan-bahan:<\/p>\n<ol>\n<li>Keong mas yang masih hidup (5 kg)<\/li>\n<li>Pupuk kandang (10 kg)<\/li>\n<li>Urine kelinci (1 liter)<\/li>\n<li>Ikan asin BS (5 kg)<\/li>\n<li>Gula merah\/Molase (500 g\/500 ml)<\/li>\n<li>Air (100 liter)<\/li>\n<li>Bio Aktifator (500 ml)<\/li>\n<\/ol>\n<p>Alat-alat:<\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li>Ember plastik (vol. 5 liter), 1 buah<\/li>\n<li>Drum (vol. 200 liter), 1 buah<\/li>\n<li>Tutup drum\/Plastik, 1 buah<\/li>\n<li>Pengaduk dari bambu, 1 buah<\/li>\n<li>Alat penumbuk, 1 pasang<\/li>\n<li>Saringan\/kain bersih, 1 buah<\/li>\n<\/ol>\n<p>Cara membuat:<\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li>Siapkan seluruh alat dan bahan.<\/li>\n<li>Tumbuk keong mas secara bertahap, campur dengan ikan asin sedikit demi sedikit.<\/li>\n<li>Campurkan pupuk kandang \u00bc bagian, tumbuk kembali dan hasil tumbukan disimpan dalam ember yang telah disediakan.<\/li>\n<li>Lakukan proses penumbukan demikian sampai dengan 4 kali penumbukan.<\/li>\n<li>Seluruh hasil penumbukan dimasukan ke dalam drum dan berikan air sebanyak \u00b1 100 liter, aduk merata.<\/li>\n<li>Tambahkan urine kelinci 1 liter dan bio aktifator 500 ml.<\/li>\n<li>Aduk setiap hari sampai dengan hari ke 5 dan tutup kembali.<\/li>\n<li>Adonan siap digunakan \u00b1 setelah 15 hari.<\/li>\n<\/ol>\n<p><!--:--><!--:en--><\/p>\n<p><!--:--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hama keong mas sering kali membuat jengkel petani.\u00a0 Betapa tidak, hama ini bisa menghabiskan tanaman padi yang masih muda, apalagi tanaman padi dengan sistem tanam 1 tanaman per lubang.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[218,219,189],"class_list":["post-985","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-teknologi","tag-keong-mas","tag-pembuatan-pupuk-cair","tag-pupuk-cair"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/985","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=985"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/985\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}