{"id":687,"date":"2012-06-12T10:43:30","date_gmt":"2012-06-12T03:43:30","guid":{"rendered":"http:\/\/pertaniansehat.com\/?p=687"},"modified":"2012-06-22T08:38:08","modified_gmt":"2012-06-22T01:38:08","slug":"bagaimana-membuat-pestisida-nabati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/bagaimana-membuat-pestisida-nabati\/","title":{"rendered":"Bagaimana Membuat Pestisida Nabati?"},"content":{"rendered":"<p><!--:en--><\/p>\n<p>Untuk membuat pestisida nabati (pesnab) diperlukan bahan-bahan berupa bagian dari tumbuhan tertentu, misalnya daun, biji, buah, akar dan lainnya.<!--more--><\/p>\n<p>Bahan-bahan tersebut diolah menjadi berbagai macam bentuk, antara lain : cairan berupa ekstrak dan minyak, serta bentuk padat (tepung dan abu). Contoh bentuk-bentuk hasil pengolahan pestisida nabati antara lain sebagai berikut :<\/p>\n<p>Bahan mentah yang berbentuk tepung (tepung nimba, tepung kunyit, tepung jahe).<\/p>\n<p>Ekstrak tanaman\/resin dengan mengambil cairan metabolit sekunder dari bagian tanaman tertentu. (minyak nimba, minyak krisan, minyak cengkeh, dll).<\/p>\n<p>Bagian tanaman dibakar untuk diambil abunya dan dipakai sebagai insektisida misalnya : serai, tembelekan (Lantana Cemara)), daun bambu dan lain-lain.<\/p>\n<p>C. KELEBIHAN dan KEKURANGAN<\/p>\n<p>Kelebihan dari pestisida berbahan baku nabati antara lain :<\/p>\n<p>Mengalami degradasi\/penguraian yang cepat oleh sinar matahari.<\/p>\n<p>Memiliki efek\/pengaruh yang cepat, yaitu menghentikan nafsu makan serangga walapun jarang menyebabkan kematian.<\/p>\n<p>Toksitasnya umumnya rendah terhadap hewan dan relatif lebih aman pada manusia (lethal dosage (LD) &gt;50 Oral).<\/p>\n<p>Memiliki spektrum pengendalian yang luas (racun lambung dan syaraf) dan bersifat selektif.<\/p>\n<p>Dapat diandalkan untuk mengatasi OPT yang telah kebal pada pestisida sintetis.<\/p>\n<p>Phitotoksitas rendah, yaitu tidak meracuni dan merusak tanaman.<\/p>\n<p>Sedangkan kelemahan penggunaan pestsida nabati sebagai berikut :<\/p>\n<p>Cepat terurai dan aplikasinya harus lebih sering.<\/p>\n<p>Daya racunnya rendah (tidak langsung mematikan serangga\/ memiliki efek lambat).<\/p>\n<p>Kapasitas produksinya masih rendah dan belum dapat dilakukan dalam jumlah massal (bahan tanaman untuk pestisida nabati belum banyak dibudidayakan secara khusus).<\/p>\n<p>Ketersediaannya di toko-toko pertanian masih terbatas<\/p>\n<p>Bahan-bahan di atas umumnya dibuat dengan cara diblender, direbus dan direndam sebelum disemprotkan. Untuk jenis biji direndam terlebih dahulu kemudian ditumbuk\/diblender. Sedangkan jenis daun dan umbi dapat diblender dan diambil ekstraknya. Sebelum digunakan bahan-bahan di atas dicampur dengan larutan sabun colek\/sabun cair tipol dan direndam semalam, setelah itu siap digunakan.<\/p>\n<p>D. BEBERAPA JENIS TUMBUHAN UNTUK PESTISIDA NABATI<\/p>\n<p>MIMBA (Azzadirachta indica)<\/p>\n<p>Senyawa aktif yang dikandung mimba adalah azadirachtin, meliantriol dan salanin seperti bawang dan rasanya sangat pahit. Berbentuk tepung dari daun,atau cairan iminyak dari biji\/buah. Efektif untuk mencegah makan bagi serangga dan mencegah serangga mendekati tanaman (repellent) dan bersifat sistemik.<\/p>\n<p>Mimba juga dapat membuat serangga mandul, karena dapat menggangu hormon produksi dan pertumuhan serangga.<\/p>\n<p>Mimba mempunyai spektrum yang luas, efektif untuk mengendalikan serangga bertubuh lunak ( 200 spesies) antara lain : belalang, thrips, ulat, wereng, kupu-kupu putih, dll.<\/p>\n<p>Disamping itu mampu mengendalikan jamur (fungisida) pada tahap preventif, menyebabkan spora jamur gagal berkecambah. Jamur yang dikendalikan antara lain penyebab ; embun tepung, penyakit busuk, cacar daun\/kudis, karat daun dan bercak daun. Dan mencegah bakteri pada embun tepung (powdery mildew).<\/p>\n<p>Ekstrak mimba sebaiknya disemprotkan pada tahap awal dari perkembangan serangga, yaitu disemprotkan pada daun dan juga dapat disiramkan pada akar tanaman untuk diserap akar atau mengendalikan hama dalam tanah.<\/p>\n<p>AKAR TUBA (Derris eliptica)<\/p>\n<p>Senyawa yang ditemukan adalah rotenon. Rotenon dapat diekstrak menggunakan eter\/aseton menghasilkan 2-4 % resin rotenon, dibuat menjadi konsentrat air.<\/p>\n<p>Rotenon mampu menyebabkan serangga untuk berhenti makan. Kematian serangga terjadi beberapa jam sampai beberapa hari setelah terkena rotenon. Rotenon dapat dicampur dengan piretrin\/bebelrang. Merupakan racun sel yang sangat kuat bagi serangga.<\/p>\n<p>Rotenon adalah racun berspktrum luas, sebagai racun perut dan kontak dan tidak sistemik. Berperan sebagai moluskisida, insektisida (seranga), akarisida (tungau).<\/p>\n<p>TEMBAKAU (Nicotiana tabacum)<\/p>\n<p>Senyawa yang ditemukan adalah Nikotin. Daun tembakau kering mangandung 2-8 % nikotin. Nikotin merupakan racun syaraf bereaksi sangat cepat.<\/p>\n<p>Nikotin bertindak sebagai racun kontak untuk hama seperti ; ulat perusak daun, aphids, thrips, dan kutu daun serta sebagai pengendali jamur (fungisida).<\/p>\n<p>BABADOTAN (Ageratum conyzoides)<\/p>\n<p>Kandungan aktif tanaman babadotan adalah saponin, flavanoid dan polifenol. Dan mengandung minyak atsiri.<\/p>\n<p>Mampu mencegah hama mendekati tanaman (penolak) dan mampu menghambat pertumbuhan larva menjadi pupa.<\/p>\n<p>Masih terdapat berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan pestisida nabati\/botani dengan kandungan bahan aktif yang berbeda-beda. Diharapkan dengan penggunaan pestisida nabati, ketergantungan terhadap pemakaian pestisida kimia dapat dikurangi sehingga kemanan bagi petani\/pengguna maupun konsumen dapat ditingkatkan dari bahaya keracunan pestisida. Disamping itu kelestarian lingkungan hidup akan terjaga dan berkelanjutan.<\/p>\n<p><!--:--><!--:in-->Dr. Ir. H. Samsudin, MSi<\/p>\n<p>Untuk membuat pestisida nabati (pesnab) diperlukan bahan-bahan berupa bagian dari tumbuhan tertentu, misalnya daun, biji, buah, akar dan lainnya. <!--:--><!--more--><!--:en--><\/p>\n<p><!--:--><!--:in-->Bahan-bahan tersebut diolah menjadi berbagai macam bentuk, antara lain : cairan berupa ekstrak dan minyak, serta bentuk padat (tepung dan abu). Contoh bentuk-bentuk hasil pengolahan pestisida nabati antara lain sebagai berikut :<\/p>\n<ul>\n<li>Bahan mentah yang berbentuk tepung (tepung nimba, tepung kunyit, tepung jahe).<\/li>\n<li>Ekstrak tanaman\/resin dengan mengambil cairan metabolit sekunder dari bagian tanaman tertentu. (minyak nimba, minyak krisan, minyak cengkeh, dll).<\/li>\n<li>Bagian tanaman dibakar untuk diambil abunya dan dipakai sebagai insektisida misalnya : serai, tembelekan (<em>Lantana cemara<\/em>)), daun bambu dan lain-lain.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kelebihan dari pestisida berbahan baku nabati antara lain :<\/p>\n<ul>\n<li>Mengalami degradasi\/penguraian yang cepat oleh sinar matahari.<\/li>\n<li>Memiliki efek\/pengaruh yang cepat, yaitu menghentikan nafsu makan serangga walapun jarang menyebabkan kematian.<\/li>\n<li>Toksitasnya umumnya rendah terhadap hewan dan relatif lebih aman pada manusia (<em>lethal dosage<\/em> (LD) &gt;50 Oral).<\/li>\n<li>Memiliki spektrum pengendalian yang luas (racun lambung dan syaraf) dan bersifat selektif.<\/li>\n<li>Dapat diandalkan untuk mengatasi OPT yang telah kebal pada pestisida sintetis.<\/li>\n<li><em>Phitotoksitas<\/em> rendah, yaitu tidak meracuni dan merusak tanaman.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sedangkan kelemahan penggunaan pestsida nabati sebagai berikut :<\/p>\n<ul>\n<li>Cepat terurai dan aplikasinya harus lebih sering.<\/li>\n<li>Daya racunnya rendah (tidak langsung mematikan serangga\/ memiliki efek lambat).<\/li>\n<li>Kapasitas produksinya masih rendah dan belum dapat dilakukan dalam jumlah massal (bahan tanaman untuk pestisida nabati belum banyak dibudidayakan secara khusus).<\/li>\n<li>Ketersediaannya di toko-toko pertanian masih terbatas<\/li>\n<\/ul>\n<p>Bahan-bahan di atas umumnya dibuat dengan cara diblender, direbus dan direndam sebelum disemprotkan. Untuk jenis biji direndam terlebih dahulu kemudian ditumbuk\/diblender. Sedangkan jenis daun dan umbi dapat diblender dan diambil ekstraknya. Sebelum digunakan bahan-bahan di atas dicampur dengan larutan sabun colek\/sabun cair tipol dan direndam semalam, setelah itu siap digunakan.<\/p>\n<p>Beberapa Jenis Tanaman untuk Pestisida Nabati:<\/p>\n<p><strong>MIMBA (Azzadirachta indica)<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Senyawa aktif yang dikandung mimba adalah azadirachtin, meliantriol dan salanin seperti bawang dan rasanya sangat pahit. Berbentuk tepung dari daun,atau cairan iminyak dari biji\/buah. Efektif untuk mencegah makan bagi serangga dan mencegah serangga mendekati tanaman (<em>repellent<\/em>) dan bersifat sistemik.<\/li>\n<li>Mimba juga dapat membuat serangga mandul, karena dapat menggangu hormon produksi dan pertumuhan serangga.<\/li>\n<li>Mimba mempunyai spektrum yang luas, efektif untuk mengendalikan serangga bertubuh lunak ( 200 spesies) antara lain : belalang, thrips, ulat, wereng, kupu-kupu putih, dll.<\/li>\n<li>Disamping itu mampu mengendalikan jamur (<em>fungisida<\/em>) pada tahap preventif, menyebabkan spora jamur gagal berkecambah. Jamur yang dikendalikan antara lain penyebab ; embun tepung, penyakit busuk, cacar daun\/kudis, karat daun dan bercak daun. Dan mencegah bakteri pada embun tepung (<em>powdery mildew<\/em>).<\/li>\n<li>Ekstrak mimba sebaiknya disemprotkan pada tahap awal dari perkembangan serangga, yaitu disemprotkan pada daun dan juga dapat disiramkan pada akar tanaman untuk diserap akar atau mengendalikan hama dalam tanah.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>AKAR TUBA (<em>Derris eliptica<\/em>)<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Senyawa yang ditemukan adalah <em>rotenon<\/em>. <em>Rotenon<\/em> dapat diekstrak menggunakan eter\/aseton menghasilkan 2-4 % <em>resin rotenon<\/em>, dibuat menjadi konsentrat air.<\/li>\n<li><em>Rotenon<\/em> mampu menyebabkan serangga untuk berhenti makan. Kematian serangga terjadi beberapa jam sampai beberapa hari setelah terkena <em>rotenon<\/em>. <em>Rotenon<\/em> dapat dicampur dengan <em>piretrin<\/em>\/belerang. Merupakan racun sel yang sangat kuat bagi serangga.<\/li>\n<li><em>Rotenon<\/em> adalah racun berspktrum luas, sebagai racun perut dan kontak dan tidak sistemik. Berperan sebagai moluskisida, insektisida (seranga), akarisida (tungau).<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>TEMBAKAU (<em>Nicotiana tabacum<\/em>)<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Senyawa yang ditemukan adalah <em>Nikotin<\/em>. Daun tembakau kering mangandung 2-8 % nikotin. Nikotin merupakan racun syaraf bereaksi sangat cepat.<\/li>\n<li>Nikotin bertindak sebagai racun kontak untuk hama seperti ; ulat perusak daun, aphids, thrips, dan kutu daun serta sebagai pengendali jamur (<em>fungisida<\/em>).<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>BABADOTAN (<em>Ageratum conyzoides<\/em>)<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Kandungan aktif tanaman babadotan adalah saponin, flavanoid dan polifenol. Dan mengandung minyak atsiri.<\/li>\n<li>Mampu mencegah hama mendekati tanaman (penolak) dan mampu menghambat pertumbuhan larva menjadi pupa.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Masih terdapat berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan pestisida nabati\/botani dengan kandungan bahan aktif yang berbeda-beda. Diharapkan dengan penggunaan pestisida nabati, ketergantungan terhadap pemakaian pestisida kimia dapat dikurangi sehingga kemanan bagi petani\/pengguna maupun konsumen dapat ditingkatkan dari bahaya keracunan pestisida. Disamping itu kelestarian lingkungan hidup akan terjaga dan berkelanjutan.<!--:--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk membuat pestisida nabati (pesnab) diperlukan bahan-bahan berupa bagian dari tumbuhan tertentu, misalnya daun, biji, buah, akar dan lainnya.<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":705,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[142,57,137,139,143,140,60,138,141],"class_list":["post-687","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi","tag-akar-tuba","tag-babadotan","tag-cengkeh","tag-jahe","tag-mimba","tag-nimba","tag-pestisida-nabati","tag-serai","tag-tembakau"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/687","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=687"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/687\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/media\/705"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=687"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=687"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pertaniansehat.com\/v01\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=687"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}