Embung dan Manajemen Irigasi Pertanian di Sinabung

Embung dan Manajemen Irigasi Pertanian di Sinabung

154
0
SHARE

SINABUNG – Banyak cara untuk dapat bertahan di tengah keterbatasan sarana untuk kegiatan budidaya pertanian di lahan dengan topografi berbukit-bukit. Salah satu keterbatasan para petani di sekitar pegunungan sinabung dalam mengelola usahatani pada kawasan ini adalah terkait masalah air sebagai sumber irigasi. Maka pendekatan teknologi sederhana tepat guna menjadi pilihan logis para petani di kawasan ini untuk mengatasi persoalan di atas.

Para petani di kawasan pegunungan sinabung memanfaatkan air hujan sebagai sumber utama pengairan kebun dan ladang-ladang mereka. Untuk dapat menjamin ketersediaan air pada saat tidak hujan (kemarau)  maka para petani membangun embung sebagai kolam penampungan air saat hujan.

Embung atau kolam penampungan air hujan yang dibuat para petani sinabung sangat sederhana, dibuat dari bahan-bahan batu bata dan semen dengan ukuran sesuai kebutuhan, misalnya 3×4 meter. Namun dibalik sederhananya embung yang dibuat para petani ini ternyata mampu berfungsi secara optimal sebagai sumber sarana irigasi pertaniannya. Teknologi embung sebagai sumber irigasi  telah diterapkan pada  sebagaian besar petani sinabung. Hasilnya, mereka tidak pernah kekurangan air untuk dapat bercocok tanam di ladang-ladang mereka.

Teknologi memang penting sebagai cara  atau metode dalam proses percepatan kerja. Tentu bukan rumitnya teknologi itu yang penting, namun aspek kefungsian itulah yang menjadi penting untuk membantu pekerjaan manusia. Embung secara teknologi sederhana, murah dan dapat dibuat sendiri oleh para petani di sinabung, namun fungsinya vital bagi penerapan sistem irigasi di daerah yang secara topografi berbukit-bukit yang tidak memungkinkan dibuatnya irigasi teknis.

Maka belajar dari para petani sinabung, kita harus dapat memanfaatkan segala sumberdaya yang ada di sekitar kita sebagai sumber teknologi tepat guna. Karakteristik petani kita yang umumnya kecil bahkan subsiten dengan keterbatasan sumberdaya input akan sangat terbantu dengan ada pengembangan aplikasi teknologi sederhana tepat guna dan berbasis sumberdaya lokal. Hidup petani sinabung! (Tanah Karo_21 mei 14_bang_dim).

NO COMMENTS

Leave a Reply