Petani Desa Berdikari Mengokohkan Kemandirian dan Ketahanan Pangan

Petani Desa Berdikari Mengokohkan Kemandirian dan Ketahanan Pangan

207
0
SHARE

PURBALINGGA – Kontribusi sektor pertanian ke pendapatan daerah kabupaten Purbalingga sebesar 30% dari pendapatan total daerah cenderung terus menurun dari tahun ke tahun. Penurunan kontribusi dari sektor  pertanian tersebut terjadi karena adanya perpindahan pelaku usaha dari sektor pertanian ke sektor industri. Sektor pertanian dianggap kurang menarik lagi, karena tidak dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Lahan pertanian yang sempit, ketersediaan sarana produksi yang terbatas, biaya usaha tani yang mahal, resiko kegagalan produksi yang besar, fluktuasi harga dan ketidakpastian pasar hasil pertanian membuat banyak petani yang hengkang dari sektor pertanian ke sektor yang lain. “Ada Masalah di Sektor Pertanian kita, sehingga tidak menarik lagi dibandingkan sektor Industri, sejak adanya Industri Rambut di Purbalingga banyak tenaga kerja tani yang beralih menjadi buruh pabrik. Sehingga harus ada terobosan pada sektor pertanian untuk membuatnya kembali diminati para petani”, ungkap perwakilan Bappeda Kab. Purbalingga.

Demikianlah sebagian persoalan sektor pertanian di Kab. Purbalingga yang terungkap dalam kegiatan Sarasehan dan peluncuran Beras Bebas Pestisida Paguyuban Sehat Lestari – Program Petani Desa Berdikari Dompet Dhuafa. Kegiatan Sarasehan tersebut dihadiri oleh pemangku kepentingan program dari dinas pemerintah dan swadaya masyarakat setempat mulai dari Staf Ahli Bupati, Bappeda, Camat Bukateja, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan koperasi, Badan Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan, Perusahaan Daerah Puspahastama, IPPHTI, hingga perangkat Desa Kedungjati.

Kegiatan sarasehan tersebut dimaksudkan untuk memberikan masukan kepada Dompet Dhuafa dalam proses pelaksanaan program petani desa berdikari di Desa Kedungjati yang berjalan sejak Oktober 2013. Selain itu, sarasehan ini dimaksudkan juga untuk membangun sinergi dengan instansi pemerintah daerah. Sehingga program yang diharapkan dapat meningkatkan taraf pendapatan petani tersebut dapat tercapai dengan baik dan akan mampu membantu petani kecil yang selama ini kurang akses terhadap sumberdaya pertanian baik berkaitan dengan modal, pembinaan teknologi, penguatan kelembagaan hingga akses pasar melalui pendekatan pengelolaan usaha tani secara komunal.

Program Petani Desa Berdikari Dompet Dhuafa Wilayah Purbalingga berusaha untuk menjawab tantangan pertanian tersebut diatas, walaupun pada skala kecil komunitas petani. Dalam program ini, Petani – petani kecil berlahan sempit dikonsolidasikan dalam sebuah kelembagaan untuk membangun usaha skala komunitas. Manajemen produksi, pengolahan hingga pemasaran akan dikontrol secara terpusat oleh paguyuban. Telah direkrut 75 KK petani kecil dalam 7 kelompok tani untuk mengelola produksi beras bebas residu pestisida dengan Teknologi Pertanian Sehat Tepat Guna (TPSTG) dan bermerek Beras BerlianSAE.

TPSTG adalah teknologi pertanian berorientasi pada peningkatan kualitas dan kuantitas produk pertanian sehat melalui penggunaan teknologi pertanian terpadu, ramah lingkungan, dan mengedapankan sumber daya lokal. Mitra dampingan akan dapat memproduksi secara mandiri kebutuhan pupuk dan obat melalui sumberdaya lokal yang dimiliki yaitu dengan melalui pengembangan Kompos, Pupuk organik cair, pestisida nabati hingga biopestisida hayati. Sehingga diharapkan ketergantungan petani akan sarana produksi pertanian yang mahal juga berbahaya bagi kesehatan dan kelestarian lingkungan dapat diminimalisir.

Tidak lengkap bila program tidak mengupayakan pula ketersediaan benih padi lokal yang unggul yang senantiasa siap bila diperlukan oleh petani. Ketersediaan benih lokal unggul tersebut tentu akan menguatkan petani dalam keswadayaan mereka. Maka program petani berdikari akan memfasilitasi terbentuknya 25 KK petani penangkar benih. Potensi petani dampingan yang sejak awal mencoba melestarikan varietas lokal akan semakin kokoh. Varietas lokal purbalingga yang dikembangkan di Desa Kedungjati oleh paguyuban antara lain bengawan, mustika sari, pandan wangi, dan mutiara.

Gagasan Program Petani Desa Berdikari melalui pengembangan agribisnis Padi Lokal yang berorientasi pada teknologi pertanian sehat tepat guna yang dikelola melalui paguyuban diharapkan akan mampu meningkatkan hasil dan nilai tambah produk hasil petani. Dengannya pula akan tercipta komunitas petani yang berdikari dalam memenuhi kebutuhan usaha pertaniannya. Komunitas Pertanian akan terus berkembang dan produksi pangan akan senantiasa terjaga sehingga terwujudlah ketahanan pangan masyarakat.

NO COMMENTS

Leave a Reply