Integrasi Pembangunan Pertanian

Integrasi Pembangunan Pertanian

405
2
SHARE

Pengembangan pembangunan diperlukan perencanaan terintegrasi. Bisa menjadi salah arah jika pembangunan dilakukan sepotong-sepotong. Struktur pembangunan ekonomi pada suatu wilayah akan menjadi daya tarik bagi pembagunan di sektor sosial, pendidikan, lingkungan dan lain-lain.

Pengembangan pembangunan diperlukan perencanaan terintegrasi. Bisa menjadi salah arah jika pembangunan dilakukan sepotong-sepotong. Struktur pembangunan ekonomi pada suatu wilayah akan menjadi daya tarik bagi pembagunan di sektor sosial, pendidikan, lingkungan dan lain-lain. Namun yang jelas bahwa hubungan antar sektor ini sangat erat kaitannya dengan kondisi dan potensi suatu wilayah.

Pembangunan sektor pertanian dikawasan pedesaan yang menempatkan diri sebagai motor penggerak perekonomian tidak bisa terlepas dengan kawasan lain. Lahan pertanian, kodisi lingkungan yang mendukung, sumber daya manusia dan alam merupakan faktor utama yang menjadi ‘core competency’ pedesaan. Sektor pertanian juga membuka peluang pekerjaan yang sangat luas bagi ketersediaan lapangan kerja. Peranan pertanian dalam era agribisnis dapat dilakukan dengan melakukan peningkatan skala ekonomi dan aktivitas sosial dengan cara pemberdayaan masyarakat.

Penumbuhan sektor pertanian ini sudah seharusnya dipupuk dan terus ditingkatkan bukan semakin digerus dengan kebijakan industrialisasi. Dalam pola kebijakan jangka panjang, sektor pertanian merupakan andalan penyelamat bangsa. Saat masa krisis ekonomi di era tahun 1997-1999, sektor pertanian memiliki pertumbuhan yang positif. Sektor ini juga berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor ini juga malayani kebutuhan dasar terhadap pangan dan bahan baku industri.

Mengintegrasikan pembangunan sektor pertanian di pedesaan dengan pembangunan industri lain di perkotaan merupakan salah satu jalan memperkuat kondisi ekonomi. Memprioritaskan pembangunan sarana dan prasarana pertanian secara adil dan berkelanjutan. Memberikan insentif yang tepat sasaran. Menjaga keberadaan lahan kelas satu dengan hukum yang jelas dan berwibawa. Memberikan informasi tentang perkembangan dan pengolahan hasil-hasil pertanian agar produk ‘pedesaan’ memiliki nilai tukar yang seimbang dengan produk industri lainnya.

Diantara hal tersebut kiranya merupakan upaya integrasi dari pembangunan yang sesungguhnya. Bukan dalam kacamata kebutuhan politik semata dan segolongan kelompok. Pembangunan seluruh sektor merupakan tanggungjawab bersama. Semoga, kedepan sektor pertanian semakin nyata memberikan kontribusi kepada peningkatan derajat kebangsaan dan kemandirian. Mari berkomiten membangun pertanian Indonesia. [jo]

Namun yang jelas bahwa hubungan antar sektor ini sangat erat kaitannya dengan kondisi dan potensi suatu wilayah.

Pembangunan sektor pertanian dikawasan pedesaan yang menempatkan diri sebagai motor penggerak perekonomian tidak bisa terlepas dengan kawasan lain. Lahan pertanian, kodisi lingkungan yang mendukung, sumber daya manusia dan alam merupakan faktor utama yang menjadi ‘core competency’ pedesaan. Sektor pertanian juga membuka peluang pekerjaan yang sangat luas bagi ketersediaan lapangan kerja. Peranan pertanian dalam era agribisnis dapat dilakukan dengan melakukan peningkatan skala ekonomi dan aktivitas sosial dengan cara pemberdayaan masyarakat.

Penumbuhan sektor pertanian ini sudah seharusnya dipupuk dan terus ditingkatkan bukan semakin digerus dengan kebijakan industrialisasi. Dalam pola kebijakan jangka panjang, sektor pertanian merupakan andalan penyelamat bangsa. Saat masa krisis ekonomi di era tahun 1997-1999, sektor pertanian memiliki pertumbuhan yang positif. Sektor ini juga berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor ini juga malayani kebutuhan dasar terhadap pangan dan bahan baku industri.

Mengintegrasikan pembangunan sektor pertanian di pedesaan dengan pembangunan industri lain di perkotaan merupakan salah satu jalan memperkuat kondisi ekonomi. Memprioritaskan pembangunan sarana dan prasarana pertanian secara adil dan berkelanjutan. Memberikan insentif yang tepat sasaran. Menjaga keberadaan lahan kelas satu dengan hukum yang jelas dan berwibawa. Memberikan informasi tentang perkembangan dan pengolahan hasil-hasil pertanian agar produk ‘pedesaan’ memiliki nilai tukar yang seimbang dengan produk industri lainnya.

Diantara hal tersebut kiranya merupakan upaya integrasi dari pembangunan yang sesungguhnya. Bukan dalam kacamata kebutuhan politik semata dan segolongan kelompok. Pembangunan seluruh sektor merupakan tanggungjawab bersama. Semoga, kedepan sektor pertanian semakin nyata memberikan kontribusi kepada peningkatan derajat kebangsaan dan kemandirian. Mari berkomiten membangun pertanian Indonesia. [jo]

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

*