Kepedulian dalam Membangun Pertanian

Kepedulian dalam Membangun Pertanian

352
0
SHARE

Keberhasilan revolusi industri di barat khususnya negara-negara Eropa dan Amerika berdampak pada beralihnya perhatian dunia khususnya negara di dunia ketiga dari sektor pertanian ke sektor industri.

Keberhasilan revolusi industri di barat khususnya negara-negara Eropa dan Amerika berdampak pada beralihnya perhatian dunia khususnya negara di dunia ketiga dari sektor pertanian ke sektor industri. Revolusi indusri di barat menyanjung betul-betul ilmu pengetahuan dan teknologi dalam setiap aktivitas produksi sehingga mampu meningkatkan perekonomian mereka. Dengan manajemen yang lebih efektif dan efisien mampu memproduksi barang dan jasa secara masal. Barang-barang produksi tersebut bahkan mampu merambah pasar internasional dan masuk ke negara dunia ketiga sebagai konsumennya.

Negara di dunia ketiga atau yang sering kita dengar sebagai negara berkembang kemudian berupaya untuk mencoba meniru keberhasilan tersebut. Negara berkembang kawasan benua Asia dan Afrika yang umumnya merupakan negara agraris dengan “latah” meniru dan melupakan kesejatian dirinya. Fakta yang paling fatal dari “latah” tersebut adalah tidak ada perencanaan dari pemerintah untuk melakukan regenerasi di sektor pertanian yakni regenerasi orang bermatapencaharian petani.

Buktinya jenjang pendidikan formal bahkan lulusan paling tinggi (S3) yang ada tidak ada yang meluluskan menjadi seorang petani. Menilik juga pendidikan kejuruan misal di SMK sekalipun, apakah ada kejuruan pertanian atau minimal ada yang mengarahkan menjadi petani. Yang terjadi kemudian ya tentu saja banyak penganggur sekalipun berlulusan sarjana, karena salah dalam menentukan kebijakan. Karena kita mencetak pekerja industri di tengah-tengah hamparan sawah yang membentang dan cakrawala vegetasi hutan yang menghijau.

Negeri kita sebenarnya adalah lumbung padi dunia. Bahkan tidak hanya padi, aneka palawija dan hortikultura cocok tumbuh di tanah yang pernah 3,5 abad diperebutkan penjajah barat. Bahkan tidak hanya lumbung, penulis boleh bermimpi negeri kita bisa untuk jadi “huller” dunia kalau kita mau. Dari rasa optimisme itu, Pemberdayaan Pertanian Sehat dalam Klaster Mandiri Dompet Dhuafa melalui jejaringnya Pertanian Sehat Indonesia adalah wujud kepedulian untuk membenahi sektor pertanian minimal di wilayah yang menjadi dampingannya. Minimal kepedulian tersebut mampu meregenerasi pemuda untuk menjadi petani sebagai mata pencaharian yang menjanjikan sebagai keluaran dari pemberdayaan. [MEKO,Pendamping KM Kulon Progo]

Revolusi indusri di barat menyanjung betul-betul ilmu pengetahuan dan teknologi dalam setiap aktivitas produksi sehingga mampu meningkatkan perekonomian mereka. Dengan manajemen yang lebih efektif dan efisien mampu memproduksi barang dan jasa secara masal. Barang-barang produksi tersebut bahkan mampu merambah pasar internasional dan masuk ke negara dunia ketiga sebagai konsumennya.

Negara di dunia ketiga atau negara berkembang kemudian berupaya untuk mencoba meniru keberhasilan tersebut. Negara berkembang kawasan benua Asia dan Afrika yang umumnya merupakan negara agraris dengan “latah” meniru dan melupakan kesejatian dirinya. Fakta yang paling fatal dari “latah” tersebut adalah tidak ada perencanaan dari pemerintah untuk melakukan regenerasi di sektor pertanian yakni regenerasi orang bermatapencaharian petani.

Buktinya jenjang pendidikan formal bahkan lulusan paling tinggi (S3) yang ada tidak ada yang meluluskan menjadi seorang petani. Menilik juga pendidikan kejuruan misal di SMK sekalipun, apakah ada kejuruan pertanian atau minimal ada yang mengarahkan menjadi petani. Yang terjadi kemudian ya tentu saja banyak penganggur sekalipun berlulusan sarjana, karena salah dalam menentukan kebijakan. Karena kita mencetak pekerja industri di tengah-tengah hamparan sawah yang membentang dan cakrawala vegetasi hutan yang menghijau.

Negeri kita sebenarnya adalah lumbung padi dunia. Bahkan tidak hanya padi, aneka palawija dan hortikultura cocok tumbuh di tanah yang pernah 3,5 abad diperebutkan penjajah barat. Bahkan tidak hanya lumbung, penulis boleh bermimpi negeri kita bisa untuk jadi “huller” dunia kalau kita mau.

Dari rasa optimisme itu, Pemberdayaan Pertanian Sehat dalam Klaster Mandiri Dompet Dhuafa melalui jejaringnya Pertanian Sehat Indonesia adalah wujud kepedulian untuk membenahi sektor pertanian minimal di wilayah yang menjadi dampingannya. Minimal kepedulian tersebut mampu meregenerasi pemuda untuk menjadi petani sebagai mata pencaharian yang menjanjikan sebagai keluaran dari pemberdayaan.

[MEKO,Pendamping KM Kulon Progo]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

*