Menata Pembangunan Pertanian Berkelanjutan

Menata Pembangunan Pertanian Berkelanjutan

329
4
SHARE

Di dalam sistem perdagangan internasional dan masa depan serta tuntutan konsumen terhadap produk yang bebas bahan kimia menjadi kebutuhan. Upaya-upaya untuk pemenuhan hal tersebut harus segera dimulai dan ditangani dengan serius.

Di dalam sistem perdagangan internasional dan masa depan serta tuntutan konsumen terhadap produk yang bebas bahan kimia menjadi kebutuhan. Upaya-upaya untuk pemenuhan hal tersebut harus segera dimulai dan ditangani dengan serius. Jika tidak demikian maka kekayaan alam dan potensi pertanian di Indonesia akan tertinggal dengan negara lain.

Disadari atau tidak bahwa pembangunan pertanian di negara kita ini mengalami stagnasi dibanding pembangunan disektor lain seperti indutri dan properti. Bahkan dibanding negara lain dalam pembangunan dibidang pertanian. Hal ini juga diperparah dengan konsentrasi pembangunan pertanian ini sangat terkait dengan pembangunan politik yang tak kunjung mau berbagi.

Permintaan pangan yang cenderung meningkat diiringi pertambahan penduduk yang tinggi sudah sepatutnya mendapat prioritas pembanguan pertanian. Tidak bisa dibayangkan jika kelak negara yang mendapat predikat negara agraris ini menjadi importir pangan dan sumber pangan terbesar karena jumlah penduduk yang banyak. Jika tidak mampu memproduksi bahan pangan sendiri jangan berharap akan mendapat produk pangan import yang bagus.

Perkembangan dan tuntutan pasar di Indonesia mengarah kepada produk yang lebih sehat merupakan kemajuan dalam pola konsumsi masyarakat dan gaya hidup. Hal ini tentunya harus didukung dengan perencanaan pembangunan pertanian yang mantap. Bukan model pertanian konvensional yang saat ini banyak dilakukan oleh petani. Berbagai tahapan menuju pertanian ramah lingkungan sudah pernah dilakukan dari era pemerintah ke pemerintahan yang lain. Namun demikian ‘blueprint’ terhadap penataan pembangunan pertanian masa depan ini masih suram.

Diperlukan keberanian, tekad, pemahaman, tindakan yang nyata untuk melakukan aksi. Kisah ‘Go Organik 2011’ masih terngiang hingga kini. Namun gaungnya tidak seramai saat pemerintah era Orde baru mencanangkan penggunaan urea sebagai peningkat produksi padi. Petani yang sudah terlanjur mengikuti anjuran ber-organik ada terselamatkan oleh pasar, namun ada juga yang karam akibat kartel atau sistem pasar bebas.

Upaya pemerintah saat ini dan jangka panjang dengan konsep pertanian berkelanjutan merupakan salah satu peluang yang bisa mulai dibangun. Semua terlibat dan menjadi subyek dari gerakan ini. Pemerintah, petani/masyarakat, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan swasta ingin dilibatkan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan. Semua akan merasakan bahwa upaya membangun pertanian ini merupakan upaya penting dalam membangun Indonesia seutuhnya. Semua berkomitmen membangun pertanian Indonesia. [JO]

Jika tidak demikian maka kekayaan alam dan potensi pertanian di Indonesia akan tertinggal dengan negara lain.

Disadari atau tidak bahwa pembangunan pertanian di negara kita ini mengalami stagnasi dibanding pembangunan disektor lain seperti indutri dan properti. Bahkan dibanding negara lain dalam pembangunan dibidang pertanian. Hal ini juga diperparah dengan konsentrasi pembangunan pertanian ini sangat terkait dengan pembangunan politik yang tak kunjung mau berbagi.

Permintaan pangan yang cenderung meningkat diiringi pertambahan penduduk yang tinggi sudah sepatutnya mendapat prioritas pembanguan pertanian. Tidak bisa dibayangkan jika kelak negara yang mendapat predikat negara agraris ini menjadi importir pangan dan sumber pangan terbesar karena jumlah penduduk yang banyak. Jika tidak mampu memproduksi bahan pangan sendiri jangan berharap akan mendapat produk pangan import yang bagus.

Perkembangan dan tuntutan pasar di Indonesia mengarah kepada produk yang lebih sehat merupakan kemajuan dalam pola konsumsi masyarakat dan gaya hidup. Hal ini tentunya harus didukung dengan perencanaan pembangunan pertanian yang mantap. Bukan model pertanian konvensional yang saat ini banyak dilakukan oleh petani. Berbagai tahapan menuju pertanian ramah lingkungan sudah pernah dilakukan dari era pemerintah ke pemerintahan yang lain. Namun demikian ‘blueprint’ terhadap penataan pembangunan pertanian masa depan ini masih suram.

Diperlukan keberanian, tekad, pemahaman, tindakan yang nyata untuk melakukan aksi. Kisah ‘Go Organik 2011’ masih terngiang hingga kini. Namun gaungnya tidak seramai saat pemerintah era Orde baru mencanangkan penggunaan urea sebagai peningkat produksi padi. Petani yang sudah terlanjur mengikuti anjuran ber-organik ada terselamatkan oleh pasar, namun ada juga yang karam akibat kartel atau sistem pasar bebas.

Upaya pemerintah saat ini dan jangka panjang dengan konsep pertanian berkelanjutan merupakan salah satu peluang yang bisa mulai dibangun. Semua terlibat dan menjadi subyek dari gerakan ini. Pemerintah, petani/masyarakat, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan swasta ingin dilibatkan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan. Semua akan merasakan bahwa upaya membangun pertanian ini merupakan upaya penting dalam membangun Indonesia seutuhnya. Semua berkomitmen membangun pertanian Indonesia. [JO]

4 COMMENTS

  1. Bagus sekali kata2nya seandainya pertanian sehat ini sudah berjalan tanpa penggunaan pupuk toko sangat bagus sekali… Dan penggunaan sDA yg tersedia diwilayah sekitarnya, amat diharapkan..semoga terlaksana menjadi pertanian sehat indonesia..akan tetapi apabila hanya sekedar LABELING SEHAT dan masih menggunakan pupuk kimia atau toko..akan kami expose ke PUBLIK demi fakta yang kami pantau .. Salam hangat pemberdayaan dari kami (Muslim Aliansi Reaksi Fakta dan Utopia “MARFU”)

  2. boleh saya gabung dengan PSI? kebetulan sya dari fak. pertanian UGM ingin skali blajar tentang pertanian berkelanjtan langsung aplikasinya ke masyarakat ^^

LEAVE A REPLY

*