Pelatihan Aplikatif Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

Pelatihan Aplikatif Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

227
3
SHARE

Bantaeng – Hujan mengguyur Desa Lonrong, salah satu desa di Kabupaten Bantaeng yang menjadi dampingan program Klaster Mandiri Dompet Dhuafa untuk sektor pertanian. Hujan bagi petani adalah berkah dari Sang Khalik, Allah SWT karena tanaman bisa tumbuh dengan baik. Saat itulah tim teknologi Pertanian Sehat Indonesia (PSI) memberikan dukungan program berupa pelatihan kepada kader pengurus Induk Kelompok Tani (Inpoktan) Sukses Mandiri, di sekretariat Inpoktan Sukses Mandiri Desa Lonrong, Rabu (25/04).

Tema pelatihan aplikatif penguatan teknologi pertanian sehat yang disampaikan oleh Ir. Kuswolo Darmo adalah pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dengan teknologi pertanian ramah lingkungan. Tema ini sangat menarik untuk para petani karena persoalan hama penyakit tanaman merupakan isu penting dalam proses budidaya tanaman.

Pengendalian hama penyakit tanaman dengan konsep ramah lingkungan merupakan solusi bijak untuk menjaga ekologi pertanian dalam jangka panjang. Pilihan teknologi seperti inilah yang kemudian diadopsi dan menjadi komitemn PSI Dompet Dhuafa dalam pendampingan petani program. Secara faktual, penggunaan pestisida sintesis kimia cenderung membawa resistensi pada hama yang ada selain juga akan merusak lingkungan dan kesehatan manusia.

Dalam pelatihan ini, perbedaan bahasa memang menjadi tantangan bagi pemateri saat pemberian pelatihan berlangsung. Keberadaan Daeng Zulkifli selaku pendamping program dalam pelatihan sangat membantu dalam menerjemahkan bahasa pemateri ke bahasa lokal.

Kita berharap pengenalan dan adopsi teknologi pertanian sehat – ramah lingkungan akan semakin meningkatkan produksi pertanian petani Klaster Mandiri Dompet Dhuafa Bantaeng tanpa harus berdampak negatif bagi lingkungan.

Optimisme petanipun semakin nampak nyata dari ekspresi keseriusan mereka mengikuti program. “Dengan adanya program Dompet Dhuafa di Desa Lonrong produksi pertanian kami meningkat, alhamdulillah” ungkapan Asikin, salah satu petani program Klaster Mandiri Bantaeng. (dim)

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

*