Workshop Evaluasi Program Klaster Mandiri Bantaeng

Workshop Evaluasi Program Klaster Mandiri Bantaeng

211
0
SHARE
Workshop Klaster Mandiri Bantaeng, 24 April 2012

Bantaeng – Pagi yang cerah di “butta toa” (tanah tua), masyarakat Eremerasa, Pajjukukang, Bissapu, Bantaeng menyambut acara Workshop Evaluasi Program Klaster Mandiri Dompet Dhuafa, Selasa (24/4/2012). Kegiatan berlangsung di Gedung Pertiwi Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Workshop ini menjadi ajang evaluasi sekaligus mencari masukan bagi pengembangan program yang menggarap aktivitas ekonomi dan sosial bersama para mitra dengan melibatkan unsur-unsur pemerintah dan masyarakat.

Program Klaster Mandiri Dompet Dhuafa merupakan program penanggulangan kemiskinan melalui pengembangan dan pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan yang terintegrasi pada aspek ekonomi, sosial dan budaya. Program ini direncanakan selama 2 tahun yang diawali dengan pembukaan pada Juli 2011 di Aula Kantor Bupati Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ismail A. Said menyampaikan bahwa program Klaster Mandiri merupakan ikhtiar nyata Dompet Dhuafa dalam upaya pengentasan kemiskinan. Selain itu penghargaan atas dukungan dan kerjasamanya kepada pemerintah Kabupaten Bantaeng juga diberikan oleh Ismail A. Said. Tercatat 1,157 milyar dana yang telah disalurkan Dompet Dhuafa di Kabupaten Bantaeng.

Program Klaster Mandiri Dompet Dhuafa di wilayah Bantaeng meliputi  program sosial dan ekonomi. Satu tahun berjalan program sosial telah menyalurkan beasiswa pendidikan senilai 300 juta kepada 350 siswa SD-SMA. Adapun program ekonomi meliputi program pertanian, peternakan dan UMKM dengan jumlah  penerima manfaat 314 kepala keluarga (KK) petani, peternak dan pengusaha kecil. Total dana program ekonomi yang telah disalurkan mencapai 0,857 milyar.

Pertanian Sehat Indonesia sebagai jejaring Dompet Dhuafa mengambil peran dari program pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Bantaeng. Pencapaian output program hingga saat ini diantaranya; penumbuhan, penguatan, pembentukan kelembagaan dengan 7 kelompok tani dan satu induk kelompok tani (Inpoktan) Sukses Mandiri dengan 75 KK total penerima manfaat. Peningkatan kapasitas SDM mitra tani melalui pelatihan kelembagaan lokal, teknologi pertanian sehat, pembangunan saung kompos, dan pembuatan demplot teknologi padi dan jagung.

Telah dilakukan pengembangan usaha kelompok melalui pembiayaan usaha tani mitra dan inisiasi usaha komunitas. Dana 223.199.400 rupaih telah disalurkan dalam pembiayaan usaha tani, demplot dan aset fisik. Potensi komoditi yang dikembangkan adalah padi dan jagung.

Rencana tindak lanjut pada tahun kedua antara lain; penambahan mitra, intensitikasi pelatihan teknologi dan kelembagaan bagi kader, penguatan usaha dan pasar, pembangunan kemitraan dengan Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng.

Memasuki tahun kedua sinergi dengan pemangku kepentingan akan dilakukan secara intensif. Agar saat tahap pemandirian, masyarakat sudah memperoleh jalan yang lebih baik untuk keberlanjutan upaya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. [jo&dim]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

*