Pelatihan Pasca Panen Petani Cianjur

Pelatihan Pasca Panen Petani Cianjur

245
0
SHARE

Cianjur – Tiga tahun program pemberdayaan petani dampingan Pertanian Sehat Indonesia (PSI) Dompet Dhuafa Klaster Cianjur berjalan, semangat dan antusiasme petani mitra dalam kegiatan kelompok terus bergelora. Demikian kondisi yang dapat kita lihat saat pelatihan pengelolaan pasca panen yang dilakukan PSI DD bekerjasama Hypermart, Rabu (18/04/2012).Cianjur – Tiga tahun program pemberdayaan petani dampingan Pertanian Sehat Indonesia (PSI) Dompet Dhuafa Klaster Cianjur berjalan, semangat dan antusiasme petani mitra dalam kegiatan kelompok terus bergelora. Demikian kondisi yang dapat kita lihat saat pelatihan pengelolaan pasca panen yang dilakukan PSI DD bekerjasama Hypermart, Rabu (18/04/2012).

Dalam pemaparan materi pelatihannya Ir. Kuswolo Darmo salah satu tim litbang PSI DD menyampaikan bahwa pengelolaan pasca panen khususnya untuk komoditas padi menjadi tahapan penting dalam memaksimalkan hasil panen. Namun sayangnya banyak petani yang mengabaikan tahapan ini sehingga potensi kerugian hasil akibat pengabaian pengelolaan pasca panenĀ  bisa mencapai 20% dari total panen. Ini artinya, seandainya petani menanam 1 Ha dengan panen 6 ton, jika panen yg dilakukan tidak dilakukan dengan baik potensi kerugian bisa mencapai 1,2 ton atau jika harga per-1 Kg adalah Rp 3.600 maka kerugian rupiahnya bisa mencapai 4,32 juta, ini nilai yg tidak kecil.

Secara praktis, pengelolaan pasca panen padi bisa dimulai dari proses panen di mana penetapan tanggal panen menjadi penting sehingga tidak terlalu muda/tua saat panen dilakukan. Selain itu, penggunaan alat pemanen juga akan sangat menentukan risiko potensi hilangnya panen untuk itu disarankan menggunakan alat perontok mekanis atau kalaupun dengan pisau pemotong (sabit) model gerigi. Penjemuran juga penting untuk diperhatikan agar kualitas beras tetap baik dan tidak pecah-pecah, dan hal penting lainnya.

Pelatihan yang diikuti para petani penerima bantuan Dompet Dhuafa-Hypermart ini berjumlah 40 petani dan berlangsung secara dialogis. Saat ini petani sedang memulai kembali pengelolaan lahan untuk musim tanam kedua. Dengan pelatihan pengelolaan pasca panen ini diharapkan petani akan lebih siap untuk memanen hasil kerja kerasnya agar didapat keuntungan yang maksimal. Apalagi dengan dimulainya pembangunan huller (penggilingan padi) komunitas yang dikelola Koperasi Gapoktan Al-Ikhwan, Insya Allah pengelolaan pasca panen mitra program semakin efektif dan lebih menguntungkan. Bravo petani Al-Ikhwan Cianjur!Maju terus pantang mundur!(dim)

Dalam pemaparan materi pelatihannya Ir. Kuswolo Darmo salah satu tim litbang PSI DD menyampaikan bahwa pengelolaan pasca panen khususnya untuk komoditas padi menjadi tahapan penting dalam memaksimalkan hasil panen. Namun sayangnya banyak petani yang mengabaikan tahapan ini sehingga potensi kerugian hasil akibat pengabaian pengelolaan pasca panenĀ  bisa mencapai 20% dari total panen. Ini artinya, seandainya petani menanam 1 Ha dengan panen 6 ton, jika panen yg dilakukan tidak dilakukan dengan baik potensi kerugian bisa mencapai 1,2 ton atau jika harga per-1 Kg adalah Rp 3.600 maka kerugian rupiahnya bisa mencapai 4,32 juta, ini nilai yg tidak kecil.

Secara praktis, pengelolaan pasca panen padi bisa dimulai dari proses panen di mana penetapan tanggal panen menjadi penting sehingga tidak terlalu muda/tua saat panen dilakukan. Selain itu, penggunaan alat pemanen juga akan sangat menentukan risiko potensi hilangnya panen untuk itu disarankan menggunakan alat perontok mekanis atau kalaupun dengan pisau pemotong (sabit) model gerigi. Penjemuran juga penting untuk diperhatikan agar kualitas beras tetap baik dan tidak pecah-pecah, dan hal penting lainnya.

Pelatihan yang diikuti para petani penerima bantuan Dompet Dhuafa-Hypermart ini berjumlah 40 petani dan berlangsung secara dialogis. Saat ini petani sedang memulai kembali pengelolaan lahan untuk musim tanam kedua. Dengan pelatihan pengelolaan pasca panen ini diharapkan petani akan lebih siap untuk memanen hasil kerja kerasnya agar didapat keuntungan yang maksimal. Apalagi dengan dimulainya pembangunan huller (penggilingan padi) komunitas yang dikelola Koperasi Gapoktan Al-Ikhwan, Insya Allah pengelolaan pasca panen mitra program semakin efektif dan lebih menguntungkan. Bravo petani Al-Ikhwan Cianjur!Maju terus pantang mundur!(dim)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

*