‘Analys’, Software Android BWD pada Padi

‘Analys’, Software Android BWD pada Padi

383
0
SHARE

Bogor – Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam kelompok PKM-KC merancang sebuah software handphone berbasis android yang mampu mengidentifikasi kebutuhan pupuk nitrogen pada tanaman. Software yang dinamai ‘Analys’ ini memanfaatkan kamera HP untuk identifikasi kebutuhan nitrogen berdasarkan warna daun.

Pemupukan nitrogen yang tidak tepat seringkali menjadi faktor berkurangnya produksi dan kurang efisiennya biaya pemupukan. Untuk mengetahui kebutuhan nitrogen yang tepat untuk padi, sebenarnya dapat diidentifikasi secara manual dengan alat yang dinamakan Bagan Warna Daun (BWD).

BWD adalah alat berbentuk persegi empat yang berguna untuk mengetahui kadar hara N tanaman padi. Pada alat ini terdapat empat kotak skala warna, mulai dari hijau muda hingga hijau tua, yang menggambarkan tingkat kehijauan daun tanaman padi. Sebagai contoh, kalau daun tanaman berwarna hijau muda berarti tanaman kekurangan hara N sehingga perlu dipupuk. Sebaliknya, jika daun tanaman berwarna hijau tua atau tingkat kehijauan daun sama dengan warna di kotak skala 4 pada BWD berarti tanaman sudah memiliki hara N yang cukup sehingga tidak perlu lagi dipupuk. Hasil penelitian menunjukkan, pemakaian BWD dalam kegiatan pemupukan N dapat menghemat penggunaan pupuk urea sebanyak 15-20% dari takaran yang umum digunakan petani tanpa menurunkan hasil.

Software Analys ini dapat diunduh secara gratis oleh petani, penyuluh, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum sehingga dapat menjadi solusi dari teknologi BWD yang dirasa tidak praktis dan aksesnya yang susah. Untuk mengunduh dapat melalui tautan ini (Google Play).

Perancangan software ini bermula dari kenyataan bahwa masih banyak petani yang tidak tepat dalam menghitung kebutuhan pupuk terutama pupuk nitrogen (urea). “Di daerah saya sendiri banyak sekali petani yang masih melakukan pemupukan urea secara tradisional, yaitu hanya berdasarkan informasi yang didapatkan secara turun temurun, dan berprinsip akan terus menambah jumlah pupuk selagi ada dana,” Ujar Baidowi, ketua tim dari PKMKC tersebut.

“Program ini sebenarnya masih merupakan terobosan awal dari tim kami, ke depan kami masih perlu perbaikan yang terus menerus terutama peningkatan keakuratan dari software ini. Harapannya program ini adalah dapat membantu permasalahan budidaya padi di Indonesia yang masih bermasalah di kegiatan pemupukan yang dilakukan petani,” Ujar Hendrik, salah satu anggota dari tim PKM tersebut.

Aplikasi yang mampu menentukan kebutuhan pupuk Nitrogen (Urea) pada tanaman padi menggunakan citra daun padi di sawah. Aplikasi ini digunakan untuk efisiensi pemupukan. Pengguna dapat langsung melihat kebutuhan pupuk sesuai target produksi dengan memfoto citra daun padi atau memilihnya dari galeri.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

*