Terima Kasih Petani Tuban: Kerja Keras Pantang Menyerah

Terima Kasih Petani Tuban: Kerja Keras Pantang Menyerah

272
0
SHARE

TUBAN – Petani di Desa Gaji, Kerek, Tuban, banyak yang menanam jagung, disamping padi, sebagian mereka menganggap lebih menguntungkan menanam jagung daripada padi. Tetapi kebanyakan mereka menanam padi dua kali musim dan sekali jagung dalam satu tahun.

Hal yang umum ditemui di desa ini, hampir setiap halaman rumah mereka ada binatang ternak, seperti sapi ataupun kambing. Mereka menjadikan ternak tersebut sebagai tabungan, karena jika hanya mengandalkan hasil pertanian keuntungannya masih sangat sedikit bahkan bisa jadi minus jika hasil panen kurang baik.

Adanya program dari Pertanian Sehat Indonesia dirasa cukup membantu petani kecil disana, minimal mereka tidak lagi menggadaikan BPKB motor di bank saat musim tanam tiba. “Karena hasil panen hanya cukup untuk makan, sehingga perlu pinjaman ke bank untuk memulai musim tanam,” demikian penuturan salah seorang warga.

Di tengah kondisi tersebut para petani di Desa Gaji tetap bekerja keras menanami sawah dan ladang mereka dengan padi dan jagung. Para petani tetap merasa bahagia dengan aktivitas mereka mengolah lahan apapun hasil yang mereka peroleh. Mereka menjadi pilar yang menjaga kestabilan bangsa ini dengan memastikan stok bahan makanan tetap terjaga. Sekiranya mereka mogok untuk tidak menanami sawah ladang mereka, tentunya bisa dibayangkan bisa terjadi kelangkaan bahan makanan pokok dan ujung-ujungnya bisa menjadi masalah nasional.

Atas dasar kepedulian Dompet Dhuafa terhadap jasa para petani, diadakanlah program Terima Kasih Petani (TKP), yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan ini di lima titik di indonesia, yang tersebar di pulau Sumatera, Sulawesi dan Jawa.

Acara TKP di Desa Gaji, Kerek, Tuban dihadiri oleh 50 orang petani, 10 orang siswa dan 25 orang peternak dari Revolusi Peternakan Indonesia (RPI) Tuban, Kamis (10/7/2014).

Acara berjalan dengan lancar. Sambutan dari Ketua Koperasi Sinar Agro, Karjiat, berharap program dari Dompet Dhuafa bisa terus berlanjut. Sambutan dari RPI diwakili oleh Khalid dari Jakarta, dan pengantar Program TKP disampaikan oleh Hikmatullah yang mewakili Dompet Dhuafa dan PSI.

Dalam acara diberikan bantuan beasiswa kepada 10 siswa anak petani yang bersekolah dari tingkat SD sampai dengan SMA. Penyerahan bantuan sarana produksi pertanian untuk 50 petani dalam bentuk bibit sayuran dan pupuk organik.

Para siswa dan petani antusias menerima bantuan tersebut, mereka berharap Dompet Dhuafa tetap melanjutkan program yang ada, dan mendoakan agar Dompet Dhuafa diberikan kelancaran dalam menjalankan aktivitasnya. [MYA]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

*