Gung Pinto, Desa Unik dan Inspiratif di Tanah Karo

Gung Pinto, Desa Unik dan Inspiratif di Tanah Karo

363
0
SHARE

SINABUNG – Saat mendengar tanah karo, sudah dipastikan semua orang berpersepsi bahwa daerah ini adalah kawasan mayoritas non muslim. Tidak salah memang persepsi itu, namun ada hal lain ketika kita menemukan satu-satunya desa di tanah karo yang ternyata mayoritasnya muslim. Desa ini adalah Desa Gung Pinto, salah satu desa di kawasan Gunung Sinabung, masuk dalam Kecamatan Naman Teran, Kab. Karo, Sumatera Utara.

Mayoritas muslim yang ada di Desa Gung Pinto tentu bukan tanpa cerita. Sebab, sebelum tahun 1977 mayoritas masyarakat desa Gung Pinto adalah penganut aliran kepercayan lokal (animisme) yang sering disebut sebagai dengan sebut Repanggir (memanggil roh nenek moyang), Cibal-cibal (membuat sesaji di pohon angker) dan raktek anisme lainnya. Atas kerja keras seorang tokoh juru dakwah dari Medan, yaitu H. Muhammad Ibrahim Latif (almarhum) akhirnya pada tahun 1977 tanpa adanya paksaan dari sipapun terjadi perpindahan agama dari aliran animisme ke Islam.

Hidup sebagai komunitas muslim yang minoritas tentu bukan hal yang mudah. Banyak hal yang membuat kita tersentuh dan sedih, misalnya ketika terjadi erupsi sinabung posko pengungsian khusus muslim mendapatkan perlakuan yang berbeda, baik dari sisi bantuan ataupun yang lainnya. Upaya pendangkalan akidan dan iming-iming pindah agama juga menjadi godaan tersendiri. Namun semua upaya dan godaan untuk memalingkan keimanan masyarakat Gung Pinto dari pihak luar ternyata tidak menghasilkan apapun kecuali kegagalan.

Potret keteguhan muslim Gung Pinto untuk mempertahankan keimanan mereka perlu kita acungkan jempol. Kita sebagai orang luar tanah karo yang memiliki rasa iman yang sama tentu wajib membantu mereka mengatasi kesulitan hidup sebagai kelompok minoritas. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan, terutama untuk membantu mereka dari sisi sarana hidup berislam. Masjid Gung Pinto satu-satunya sarama ibadah yang saat ini sedang diperbaiki butuh uluran kita semua karena pembangunannya sempat terhenti karena kurang biaya, atau sarana pendidikan agama anak-anak Gung Pinto yang memprihatinkan karena telah rusak dan patut kita bantu perbaiki serta bentuk bantuan yang lainnya. Insya Allah tim Pertanian Sehat Indonesia yang saat ini sedang melakukan penanganan program Sinabung Bangkit yaitu program pemulihan ekonomi pertanian Dompet Dhuafa di Gung Pinto dapat menjadi mitra dalam menyampaikan niat baik kaum muslimin di manapun berada.

Saat ini masyarakat Gung Pinto memang bukan 100% lagi muslim, karena ada 15 KK pendatang yang beragama non muslim. Namun keteguhan mereka untuk terus mempertahankan keimanannya di tengah godaan akidah yang mengintai setiap saat patut kita contoh dalam kehidupan Islam. Subhanallah, walhamdulillah wala ilahaillallah, Allahu Akbar! Jayalah Islamku, Jayalah Muslim Sinabung! (catatan kecil di tengah dinginnya sinabung_Bang Dim).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

*