Gizi Buah Pepaya (Carica papaya L.)

Gizi Buah Pepaya (Carica papaya L.)

1169
4
SHARE

Oleh Drh. Rizal Damanik, MRepSc., PhD, DEPARTEMEN GIZI MASYARAKAT, FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA IPB. Buah Pepaya (Carica papaya L.) memiliki bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning.

Oleh Drh. Rizal Damanik, MRepSc., PhD, DEPARTEMEN GIZI MASYARAKAT, FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA IPB. Buah Pepaya (Carica papaya L.) memiliki bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang (oval) bila dihasilkan tanaman banci. Tanaman banci lebih disukai dalam budidaya karena dapat menghasilkan buah lebih banyak dan buahnya lebih besar. Daging buah berasal dari karpela yang menebal, berwarna kuning hingga merah, tergantung varietasnya. Bagian tengah buah berongga. Biji-biji berwarna hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan. Dalam budidaya, biji-biji untuk ditanam kembali diambil dari bagian tengah buah. Aspek Gizi Pepaya 1. Kandungan Gizi: • Konsentrasi tinggi karotenoid (provitamin A), vitamin C, dan E pada pepaya, misalnya, berperan sebagai antioksidan dalam tubuh. Senyawa ini mampu menyingkirkan radikal bebas penyebab kanker. • Pepaya juga mengandung banyak mineral, kalium, magnesium, dan serat. Nutrisi-nutrisi ini membuat pepaya amat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk memenuhi kebutuhan kalium di masa menyusui. • Kadar vitamin C dalam pepaya adalah 48 kali lipatnya dari buah apel. 2. Kandungan Enzim Papain • Enzim ini sangat aktif dan memiliki kemampuan mempercepat proses pencernaan protein. • Enzim papain pun berkhasiat sebagai obat perut seperti diare, sakit maag dan sembelit. • Papain berfungsi membantu pengaturan asam amino dan membantu mengeluarkan racun tubuh. • Enzim papain mampu memecah serat-serat daging, sehingga daging lebih mudah dicerna. Tidak heran bila pepaya sering dijadikan bahan pengempuk daging, terutama untuk pembuatan sate atau masakan semur. • Enzim Papain terbentuk di seluruh bagian buah, baik kulit, daging buah, maupun bijinya. Jadi sebaiknya pepaya dimanfaatkan secara seutuhnya. 3. Kadar protein dalam buah pepaya memang tidak terlalu tinggi, hanya 4-6 gram per kilogram berat buah. Tapi jumlah yang sedikit ini hampir seluruhnya dapat dicerna dan diserap tubuh. Hal ini disebabkan enzim papain dalam buah pepaya yang mampu mencerna zat sebanyak 35 kali lebih besar dari ukurannya sendiri. Selain itu buah pepaya juga rendah gula, sehingga baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang (oval) bila dihasilkan tanaman banci. Tanaman banci lebih disukai dalam budidaya karena dapat menghasilkan buah lebih banyak dan buahnya lebih besar. Daging buah berasal dari karpela yang menebal, berwarna kuning hingga merah, tergantung varietasnya. Bagian tengah buah berongga. Biji-biji berwarna hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan. Dalam budidaya, biji-biji untuk ditanam kembali diambil dari bagian tengah buah. Aspek Gizi Pepaya 1. Kandungan Gizi:

  • Konsentrasi tinggi karotenoid (provitamin A), vitamin C, dan E pada pepaya, misalnya, berperan sebagai antioksidan dalam tubuh. Senyawa ini mampu menyingkirkan radikal bebas penyebab kanker.
  • Pepaya juga mengandung banyak mineral, kalium, magnesium, dan serat. Nutrisi-nutrisi ini membuat pepaya amat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk memenuhi kebutuhan kalium di masa menyusui.
  • Kadar vitamin C dalam pepaya adalah 48 kali lipatnya dari buah apel.

2. Kandungan Enzim Papain

  • Enzim ini sangat aktif dan memiliki kemampuan mempercepat proses pencernaan protein.
  • Enzim papain pun berkhasiat sebagai obat perut seperti diare, sakit maag dan sembelit.
  • Papain berfungsi membantu pengaturan asam amino dan membantu mengeluarkan racun tubuh.
  • Enzim papain mampu memecah serat-serat daging, sehingga daging lebih mudah dicerna. Tidak heran bila pepaya sering dijadikan bahan pengempuk daging, terutama untuk pembuatan sate atau masakan semur.
  • Enzim Papain terbentuk di seluruh bagian buah, baik kulit, daging buah, maupun bijinya. Jadi sebaiknya pepaya dimanfaatkan secara seutuhnya.

3. Kadar protein dalam buah pepaya memang tidak terlalu tinggi, hanya 4-6 gram per kilogram berat buah. Tapi jumlah yang sedikit ini hampir seluruhnya dapat dicerna dan diserap tubuh. Hal ini disebabkan enzim papain dalam buah pepaya yang mampu mencerna zat sebanyak 35 kali lebih besar dari ukurannya sendiri. Selain itu buah pepaya juga rendah gula, sehingga baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Sumber: Workshop IKA Faperta IPB

4 COMMENTS

  1. as.wr.wb
    mohon maaf sebelumnya,
    mohon bapak berkenan mencantumkan sumber foto yg bapak pergunakan utk latar belakang tulisan ini
    saya yakin ini foto milik koleksi pribadi saya.
    saya berterimakasih atas penghargaan dipergunakan nya foto ini pada web bapak, hanya saja bila berkenan, bapak cantumkan sumber download fotonya
    trimakasih
    sekali lagi mohon maaf

LEAVE A REPLY

*