Produksi Benih Jagung Hibrida “Bantaeng HB-21″

Produksi Benih Jagung Hibrida “Bantaeng HB-21″

284
0
SHARE

BANTAENG – Pengurus koperasi Inpoktan Sukses Mandiri Bantaeng, Sulawesi Selatan berencana melakukan usaha produksi “Beras Sehat Bantaeng” dan benih Jagung Hibrida “Bantaeng HB-21”.

Sebagai bentuk nyata pelatihan tersebut diatas, pengurus koperasi Inpoktan Sukses Mandiri berencana akan menindak lanjuti dalam bentuk usaha yang lebih ril yaitu produksi “Beras Sehat Bantaeng” dan produksi benih Jagung Hibrida “Bantaeng HB-21”. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah melakukan uji coba pada demplot teknologi pada areal seluas 1 hektar.

“Bila uji coba ini berhasil, maka kedepan kita akan memproduksi dalam skala besar, namun pengurus koperasi harus lebih serius dalam mencari jaringan pasar” kata pendamping program Zulkifli dalan focus group discussion bersama pengurus koperasi dan tim monitoring dan evaluasi Pertanian Sehat Indonesia – Dompet Dhuafa yang dipimpin oleh Adhi Nur Hidayat.

Bila kita melakukan analisa sederhana, untuk mewujudkan rencana tersebut diatas, bagi Inpoktan Sukses Mandiri bukanlah hal yang sulit, paling tidak dengan melihat kekuatan dan peluang yang ada; Secara internal koperasi ini memiliki kekuatan yaitu telah terbitnya badan hukum koperasi dengan nomor 144 / BH / XXIV.23 / XI 2012 tertanggal 2 November 2012 yang dikeluarkan oleh Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten Bantaeng yang dapat membuka peluang kerja sama kepada semua pihak di kabupaten Bantaeng dan sekitarnya,

Adanya 100 orang mitra tani dengan luas lahan kurang lebih 45 hektar dan kapasitas teknologi petani yang terus meningkat lewat pelatihan dan praktek dilapangan; disamping itu peluang pasar untuk kedua produk diatas terbuka lebar yang hampir tanpa pesaing. [zul]

Dengan melakukan uji coba pada demplot teknologi pada areal seluas 1 hektar sebagai percontohan. Demikian hasil FGD bersama pengurus koperasi dan tim monitoring dan evaluasi Pertanian Sehat Indonesia (PSI) – Dompet Dhuafa yang diadakan di Eremerase, pada 22/11/2012.

Tim monitoring dan evaluasi Pertanian Sehat Indonesia (PSI) – Dompet Dhuafa dipimpin Adhi Nur Hidayat.

“Bila uji coba ini berhasil, maka kedepan kita akan memproduksi dalam skala besar, namun pengurus koperasi harus lebih serius dalam mencari jaringan pasar,” tutur pendamping program, Zulkifli.

Dengan melakukan analisa sederhana, bukanlah hal yang sulit untuk mewujudkan rencana tersebut. Dengan melihat kekuatan Inpoktan Sukses Mandiri dan peluang yang ada. Secara internal koperasi memiliki kekuatan dengan telah terbitnya badan hukum koperasi dengan nomor 144/BH/XXIV.23/XI 2012 tertanggal 2 November 2012 yang dikeluarkan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bantaeng. Sehingga membuka peluang kerjasama kepada semua pihak di Kabupaten Bantaeng dan sekitarnya.

Dengan jumlah 100 orang mitra tani dan luas lahan kurang lebih 45 hektar serta kapasitas teknologi petani yang terus meningkat lewat pelatihan dan praktek di lapangan. Peluang pasar untuk kedua produk di atas terbuka lebar yang hampir tanpa pesaing. [zul]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

*