Pelatihan Teknologi Ramah Lingkungan pada Budidaya Padi dan Jagung

Pelatihan Teknologi Ramah Lingkungan pada Budidaya Padi dan Jagung

285
3
SHARE

BANTAENG – Pertanian Sehat Indonesia (PSI) pada Program Klaster Mandiri Dompet Dhuafa basis pertanian kabupaten Bantaeng mengadakan pelatihan pada 19 – 20 November 2012.

Sebagai upaya peningkatan kapasitas teknologi pertanian, Pertanian Sehat Indonesia (PSI) pada Program Klaster Mandiri Dompet Dhuafa basis pertanian kabupaten Bantaeng telah mengadakan pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 19 – 20 November 2012. Pelatihan ini diikuti oleh pengurus koperasi dan keder utusan dari kelompok tani.

Pada hari pertama peserta mendapatkan pelatihan teknologi ramah lingkungan yang disampaikan oleh bapak Deni Ejar, SP. Dalam pemaparannya Beliau menjelaskan bahwa perhatian utama teknologi pertanian sehat ada dua yaitu keseimbangan ekologis dan peningkatan pendapatan secara ekonomis; keseimbangan ekologis hanya dapat terwujud dengan menerapkan teknologi pertanian sehat yang ramah lingkungan, dan dengan penerapan teknologi tersebut juga diharapkan adanya peningkatan pendapatan secara ekonomis yaitu dengan mengurangi biaya input dan peningkatan produktifitas.
Pada hari kedua peserta diarahkan ke lokasi budidaya untuk melakukan deteksi dini serangan hama dan penyakit. Para peserta antusias mengikuti kegiatan ini karena mereka dapat melihat langsung kejadian dilapangan yang bukan hanya sekedar teori.

Pada sesi terakhir, yaitu pelatihan penangkaran benih jagung hibrida. Materi ini dibawakan oleh Bapak Dr. Muchtar A. Nawir. Dalam pemaparannya beliau menjelaskan teknik produksi benih jagung hibrida yang dilakukan melalui perkawinan silang induk jantan NEI-9008 dengan induk Jantan MR-14, hasil persilangan ini menghasilkan benih jagung hibrida (F1) varietas Bima-3 dengan merek dagang “Bantaeng HB-21”. Benih ini menurut beliau memiliki keunggulan yaitu potensi hasil 10 ton / ha, tahan kering, Tahan penyakit bulai, Umur panen 115 hari dan yang lebih penting lagi jagung ini walau pun sudah masak tapi daunnya masih tetap hijau yang cocok untuk pakan ternak. Menutup pemaparannya beliau berpesan kepada peserta untuk membaca surah al-Kahfi ayat 39 disetiap memasuki kebun yang berbunyi MASYA ALLAH LAKUWWATA ILLA BILLAH. [ZUL]

Pelatihan diikuti pengurus koperasi dan keder utusan dari kelompok tani sebagai upaya peningkatan kapasitas teknologi pertanian.

Pelatihan teknologi ramah lingkungan dipaparkan Deni Ejar, SP. Ia menjelaskan perhatian utama teknologi pertanian sehat ada dua yaitu keseimbangan ekologis dan peningkatan pendapatan secara ekonomis. Keseimbangan ekologis hanya dapat terwujud dengan menerapkan teknologi pertanian sehat yang ramah lingkungan.  Dengan penerapan teknologi tersebut juga diharapkan adanya peningkatan pendapatan secara ekonomis yaitu dengan mengurangi biaya input dan peningkatan produktifitas.

Hari berikutnya peserta diarahkan ke lokasi budidaya untuk melakukan deteksi dini serangan hama dan penyakit. Para peserta antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka dapat melihat langsung kejadian di lapangan yang bukan hanya sekedar teori.

Pelatihan penangkaran benih jagung hibrida disampaikan Dr. Muchtar A. Nawir pada sesi terakhir. Beliau menjelaskan teknik produksi benih jagung hibrida yang dilakukan melalui perkawinan silang induk jantan NEI-9008 dengan induk jantan MR-14. Hasil persilangan menghasilkan benih jagung hibrida (F1) varietas Bima-3 dengan merek dagang “Bantaeng HB-21”.

Benih ini menurutnya memiliki keunggulan yaitu potensi hasil 10 ton/ha, tahan kering, tahan penyakit bulai, umur panen 115 hari dan yang lebih penting lagi jagung ini walau pun sudah masak tapi daunnya masih tetap hijau yang cocok untuk pakan ternak. Pesan beliau kepada peserta untuk membaca surah al-Kahfi ayat 39 di setiap memasuki kebun yang berbunyi Masya Allah Lakuwwata Illa Billah. [ZUL]

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

*