FGD Pengembangan Klaster Cabai Industri Provinsi Banten

FGD Pengembangan Klaster Cabai Industri Provinsi Banten

277
0
SHARE

PANDEGLANG – Setelah melakukan survey pendalaman potensi dan permasalahan Program Cabai BI di Provinsi Banten yaitu di Kabupaten Serang dan Pandeglang,

PANDEGLANG – Setelah melakukan survey pendalaman potensi dan permasalahan Program Cabai BI di Provinsi Banten yaitu di Kabupaten Serang dan Pandeglang, dan koordinasi dengan beberapa stakeholder seperti Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Serang dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Pandeglang, maka pada Jum’at, 14 September 2012, jam 14.00 – 16.30 WIB, dilaksanakan Focus Discusion Group (FGD) yang bertempat di Gedung Packaging House di Desa Petir, Kecamatan Majasari, Kab. Pandeglang.

Tujuan FGD untuk mensosialisasikan hasil identifikasi potensi dan masalah serta kebutuhan Program Pengembangan Klaster Cabai Industri Provinsi Banten serta untuk memverifikasi data-data hasil temuan tersebut. Selain itu FGD juga untuk memperoleh komitmen bersama stakeholder dalam menindaklanjuti program tersebut.

Hadir dalam acara tersebut, dua orang perwakilan Bank Indonesia Banten yaitu Tia Fitri H. dan Galih M. Putra, Direktur Pertanian Sehat Indonesia Jodi H. Iswanto beserta jajarannya. Hadir pula Mayunar (BPTP Banten), Dadang Jatnika (Kepala Seksie Sayuran Distanak Banten) beserta staffnya, Tanti Yulianti (Kasie Produksi Hortikultura Dinas pertanian dan Perkebunan Kab. Pandeglang) beserta sejawatnya, Rahcmat (Kasub. Budidaya BP4K). Dari produsen benih hadir Munir Haryan selaku Manager PT. Muliatama beserta 2 orang staffnya.

Petani yang hadir berasal dari petani cabai Kab. Pandeglang berjumlah 7 orang dengan ketuanya H. Ahmad Pulung, petani cabai Kab. Serang dengan Ketuanya Enjat Suderajat, yang juga didampingi oleh PPL dari BP3K Kecamatan Cikeusal. Total yang hadir pada FGD tersebut berjumlah 41 orang.

Diskusi ini diawali dengan sambutan dari perwakilan BI yaitu Tia Fitri yang memperkenalkan PSI sebagai rekanan BI dalam kerjasamanya untuk melakukan pendampingan program yang kegiatatannya diantaranya adalah mengidentifikasi masalah dan kebutuhan-kebutuhan petani untuk kemudian dicarikan solusinya. Acara dibuka oleh Kuswolo Darmo yang menyampaikan tujuan dari diadakannya FGD ini, yang kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil dari survey potensi dan permasalahan di Program Klaster Cabai BI oleh Casdimin selaku Manajer Program PSI.

Beberapa tanggapan yang muncul dalam FGD tersebut diantaranya adalah dari Yanuar (BPTP Banten) tentang perlunya dilakukan ujicoba lapang terhadap varietas cabai yang akan ditanam sebelum benar-benar dibudidayakan secara komersial oleh petani. BPTP siap turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendampingan teknologi setiap minggunya. Juga dari Ahmad Pulung yang memerlukan sekali adanya pembiayaan. Sedang dari produsen benih Biola yang disampaikan oleh Munir menyetujui perlunya dilakukan pendampingan mengingat SOP sulit dilakukan.

Tanggapan dari Dishutbun Pandenglang yang disampaikan Yulianti yaitu harapan agar semua pihak mendorong dari berbagai sisi agar target kita bersama bisa berhasil. Dinas akan terus mengikuti. Hal yang hampir senada disampaikan oleh Hardiono, staff marketing PT. MAU yang mengharapkan dinas-dinas terkait juga mendukung dari aspek yang dibutuhkan petani, misalnya pengairan, dll. Pertanian sehat seharusnya yang menjadi acuan penanaman selanjutnya. SOP harus dilakukan sejak awal dari akhir.

Dari perwakilan petani Serang, Enjat Suderajat, meminta dinas untuk menyeleksi petani lain untuk menanam cabai karena menurut dia banyak petani di Kab. Serang yang sebenarnya lebih ahli dalam budidaya cabai. Ke depan dia hanya menyanggupi untuk menanam cabai hanya sekitar 1-2 hektar.

Masalah-masalah dan masukan dari berbagai pihak akan ditindaklanjuti oleh PSI dengan pendampingan dan memfasilitasi berbagai pihak agar bisa berperan aktif terlibat dalam penanaman cabai. [hus]

dan koordinasi dengan beberapa stakeholder seperti Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Serang dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Pandeglang, maka pada Jum’at, 14 September 2012, jam 14.00 – 16.30 WIB, dilaksanakan Focus Discusion Group (FGD) yang bertempat di Gedung Packaging House di Desa Petir, Kecamatan Majasari, Kab. Pandeglang.

Tujuan FGD untuk mensosialisasikan hasil identifikasi potensi dan masalah serta kebutuhan Program Pengembangan Klaster Cabai Industri Provinsi Banten serta untuk memverifikasi data-data hasil temuan tersebut. Selain itu FGD juga untuk memperoleh komitmen bersama stakeholder dalam menindaklanjuti program tersebut.

Hadir dalam acara tersebut, dua orang perwakilan Bank Indonesia Banten yaitu Tia Fitri H. dan Galih M. Putra, Direktur Pertanian Sehat Indonesia Jodi H. Iswanto beserta jajarannya. Hadir pula Mayunar (BPTP Banten), Dadang Jatnika (Kepala Seksie Sayuran Distanak Banten) beserta staffnya, Tanti Yulianti (Kasie Produksi Hortikultura Dinas pertanian dan Perkebunan Kab. Pandeglang) beserta sejawatnya, Rahcmat (Kasub. Budidaya BP4K). Dari produsen benih hadir Munir Haryan selaku Manager PT. Muliatama beserta 2 orang staffnya.

Petani yang hadir berasal dari petani cabai Kab. Pandeglang berjumlah 7 orang dengan ketuanya H. Ahmad Pulung, petani cabai Kab. Serang dengan Ketuanya Enjat Suderajat, yang juga didampingi oleh PPL dari BP3K Kecamatan Cikeusal. Total yang hadir pada FGD tersebut berjumlah 41 orang.

Diskusi ini diawali dengan sambutan dari perwakilan BI yaitu Tia Fitri yang memperkenalkan PSI sebagai rekanan BI dalam kerjasamanya untuk melakukan pendampingan program yang kegiatatannya diantaranya adalah mengidentifikasi masalah dan kebutuhan-kebutuhan petani untuk kemudian dicarikan solusinya. Acara dibuka oleh Kuswolo Darmo yang menyampaikan tujuan dari diadakannya FGD ini, yang kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil dari survey potensi dan permasalahan di Program Klaster Cabai BI oleh Casdimin selaku Manajer Program PSI.

Beberapa tanggapan yang muncul dalam FGD tersebut diantaranya adalah dari Yanuar (BPTP Banten) tentang perlunya dilakukan ujicoba lapang terhadap varietas cabai yang akan ditanam sebelum benar-benar dibudidayakan secara komersial oleh petani. BPTP siap turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendampingan teknologi setiap minggunya. Juga dari Ahmad Pulung yang memerlukan sekali adanya pembiayaan. Sedang dari produsen benih Biola yang disampaikan oleh Munir menyetujui perlunya dilakukan pendampingan mengingat SOP sulit dilakukan.

Tanggapan dari Dishutbun Pandenglang yang disampaikan Yulianti yaitu harapan agar semua pihak mendorong dari berbagai sisi agar target kita bersama bisa berhasil. Dinas akan terus mengikuti. Hal yang hampir senada disampaikan oleh Hardiono, staff marketing PT. MAU yang mengharapkan dinas-dinas terkait juga mendukung dari aspek yang dibutuhkan petani, misalnya pengairan, dll. Pertanian sehat seharusnya yang menjadi acuan penanaman selanjutnya. SOP harus dilakukan sejak awal dari akhir.

Dari perwakilan petani Serang, Enjat Suderajat, meminta dinas untuk menyeleksi petani lain untuk menanam cabai karena menurut dia banyak petani di Kab. Serang yang sebenarnya lebih ahli dalam budidaya cabai. Ke depan dia hanya menyanggupi untuk menanam cabai hanya sekitar 1-2 hektar.

Masalah-masalah dan masukan dari berbagai pihak akan ditindaklanjuti oleh PSI dengan pendampingan dan memfasilitasi berbagai pihak agar bisa berperan aktif terlibat dalam penanaman cabai. [hus]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

*