Membuat Pupuk Cair dari Hama Keong MasMembuat Pupuk Cair dari Hama Keong Mas

Hama keong mas sering kali membuat jengkel petani.  Betapa tidak, hama ini bisa menghabiskan tanaman padi yang masih muda, apalagi tanaman padi dengan sistem tanam 1 tanaman per lubang. 

Serangan berat umumnya terjadi di persemaian sampai tanaman berumur di bawah 4 minggu setelah tanam.  Hasil jerih payah petani dalam menyemai dan tandur.   Pada tanaman dewasa, umumnya terjadi pada anakan sehingga jumlah anakan akan berkurang.

Pengendalian hama keong mas ini bisa dilakukan secara manual.  Memang sedikit membosankan dan membuat kesal.  Tetapi ditangan orang-orang yang kreatif ternyata hama yang tadinya menjadi masalah bisa bermanfaat.  Selain bisa dimanfaatkan untuk pakan bebek, keong mas juga bisa dibuat menjadi bahan baku untuk pembuatan puk organik cair.  Berikut adalah beberapa pembuatan pupuk organik cair yang berasal dari keong mas.  Tentang khasiatnya pada tanaman, silahkan buat dan coba sendiri!

Cara Pembuatan POC dari Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck)

Versi 1. Formula Hadi Prasetyo, PPL BKPP Kutai Timur (Sinar Tani Edisi 4-10 Juli 2012)

Bahan-bahan:

  1. Keong mas yang masih hidup (1 kg)
  2. Air cucian beras (4 liter)
  3. Air Kelapa (2 liter)
  4. Gula merah/Molase (400 g/400 ml)
  5. Aktifator (160 ml)

Alat:

  1. Ember plastik (vol. 20 liter), 1 buah
  2. Botol air mineral (vol. 1 liter), 1 buah
  3. Selang plastik kecil, ½ meter
  4. Alat penumbuk, 1 buah
  5. Saringan/kain bersih, 1 pasang

Cara membuat:

  1. Ambil air cucian beras dan campurkan dengan aktifator.  Endapkan semalam.
  2. Tumbuk keong mas yang masih hidup sampai lembut.
  3. Encerkan gula merah/molase, campur dengan air bersih dan air kelapa dalam satu wadah.
  4. Campurkan semua bahan menjadi satu, aduk hingga merata.
  5. Tutup rapat ember dengan plastik dan diikat.  Bagian atas diberi lubang sesuai ukuran selang plastik, kemudian masukan selang ke lubang tersebut.
  6. Hubungkan selang tersebut dengan botol air kemasan yang telah diisi air setengahnya.
  7. Tunggu proses fermentasi selama ± 10-15 hari.
  8. Pembuatan dinilai berhasil jika hasil fermentasi mengeluarkan bau harum yang khas.

Penggunaan untuk tanaman padi :  Dosis : 250 cc/15 liter air : 10 HST, 25 HST (setiap 15 hari)

Penggunaan untuk sayuran : Dosis 200 ml/15 liter air : 7 HST (berikutnya setiap tenggang 7 hari)

Penggunaan untuk tanaman perkebunan : Dosis : 250 ml/15 liter air : setelah pindah tanam (setiap 2 minggu sekali)

Versi 2 : Formula Gapoktan Silih Asih, Ciburuy, Kec. Cijeruk, Kab. Bogor

Bahan-bahan:

  1. Keong mas yang masih hidup (5 kg)
  2. Pupuk kandang (10 kg)
  3. Urine kelinci (1 liter)
  4. Ikan asin BS (5 kg)
  5. Gula merah/Molase (500 g/500 ml)
  6. Air (100 liter)
  7. Bio Aktifator (500 ml)

Alat-alat:

  1. Ember plastik (vol. 5 liter), 1 buah
  2. Drum (vol. 200 liter), 1 buah
  3. Tutup drum/Plastik, 1 buah
  4. Pengaduk dari bambu, 1 buah
  5. Alat penumbuk, 1 pasang
  6. Saringan/kain bersih, 1 buah

Cara membuat:

  1. Siapkan seluruh alat dan bahan.
  2. Tumbuk keong mas secara bertahap, campur dengan ikan asin sedikit demi sedikit.
  3. Campurkan pupuk kandang ¼ bagian, tumbuk kembali dan hasil tumbukan disimpan dalam ember yang telah disediakan.
  4. Lakukan proses penumbukan demikian sampai dengan 4 kali penumbukan.
  5. Seluruh hasil penumbukan dimasukan ke dalam drum dan berikan air sebanyak ± 100 liter, aduk merata.
  6. Tambahkan urine kelinci 1 liter dan bio aktifator 500 ml.
  7. Aduk setiap hari sampai dengan hari ke 5 dan tutup kembali.
  8. Adonan siap digunakan ± setelah 15 hari.

Hits:19261

%d bloggers like this: