Bakteri Rhizosfer Pemacu PertumbuhanPlant Growth Promoting Rhizobakteri

Bakteri Rhizosfer Pemacu PertumbuhanPlant Growth Promoting Rhizobakteri

1471
0
SHARE

Oleh : Deni Ejar Irmawan, SP

Tanaman

Kerusakan tanaman dan pestisida seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan dalam pertanian saat ini. Adakah alternatif dalam pengendalian Hama Penyakit Tanaman (HPT)?

Bila kita mengambil segenggam tanah, maka disana akan ditemukan berjuta – juta kehidupan yang mampu membuat tanaman tetap hidup dan tumbuh subur. Mikroba tanah ini adalah mikroba yang membantu proses biologi dan fisiologi tanaman. Disanalah agens antagonis ditemukan, seperti PGPR.

Akar

PGPR atau Plant Growth Promoting Rhizobakteri adalah sejenis bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman. Bakteri tersebut hidupnya secara berkoloni menyelimuti akar tanaman. Bagi tanaman keberadaan mikroorganisme ini akan sangat baik. Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya.

Akar adalah sumber kehidupan, disana terjadi pertukaran udara, unsur hara, dekomposisi dan lain-lain.

Fungsi PGPR bagi tanaman yaitu mampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta mampu mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga. Fungsi lainnya yaitu sebagai tambahan bagi kompos dan mempercepat proses pengomposan. Pengurangan pestisida dan rotasi penanaman dapat memacu pertumbuhan populasi dari bakteri – bakteri yang menguntungkan seperti PGPR.

Inokulasi benih

Ada banyak cara untuk menambah pertumbuhan tanaman. Salah satunya adalah dengan menginokulasikan agens hayati untuk membantu tanaman dalam memperoleh unsur – unsur hara yang dibutuhkan, misalnya untuk menambah nitrogen bisa diinokulasikan bakteri Rhizobium agar mampu memfiksasi nitrogen bebas. Cara inokulasi ini juga memungkinan untuk menambah manfaat nutrisi lainnya seperti menambah larutan fosfat, oksidasi belerang, melelehkan besi dan tembaga.

Kandungan fosfor sangat terbatas bagi pertumbuhan tanaman. Meskipun di alam jumlahnya melimpah, tetapi masih dalam bentuk batuan yang keras, sehingga manfaat bagi tanaman sangat terbatas. PGPR mampu berperan sebagai bakteri pelarut phosphate. Kelompok bakteri PGPR ini yaitu Bacillus, Rhizobium dan Pseudomonas.

Ada empat nutrisi utama yang dibutuhkan tanaman setelah N, P dan K adalah belerang (S). Unsur belerang juga tidak bisa langsung diserap oleh tanaman, tetapi harus melalui proses transformasi/oksidasi oleh bakteri sebelum diserap oleh tanaman. Kelompok bakteri yang mampu mengoksidasi belerang ini ialah kelompok bakteri yang hidup di tanah. Inokulasi pada benih tanaman yang membutuhkan unsur belerang tinggi seperti kanola, cukup berhasil menggunakan bakteri PGPR.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

*