Jajar Legowo Menghemat Benih dan Pupuk

Jajar Legowo Menghemat Benih dan Pupuk

352
1
SHARE

Program klaster mandiri basis pertanian yang difasilitasi oleh Pertanian Sehat Indonesia (PSI) – Dompet Dhuafa di Kabupaten Lebak Provinsi Banten sudah berjalan 13 bulan. Salah satu aspek penilaian dalam program ini yaitu transfer dan adopsi teknologi pertanian tepat guna dan ramah lingkungan. Hasil pencapaian aspek ini bisa dilihat dari jumlah petani binaan yang sudah menerapkan teknologi dari PSI.

Misalnya dalam penerapan teknologi terpadu budidaya padi legowo, dari 72 petani dampingan 29 petani sudah mulai menerapkan model tanam padi legowo. Hal ini membuktikan bahwa antusias petani dalam mengikuti ajuran teknologi beranjak meningkat.

“Memang tidak mudah merubah tradisi bertani tradisional yang sudah diterapkan petani selama ini, bak mengukir dalam asap, apa yang sampaikan kepetani berlalu begitu saja,” seperti yang disampaikan oleh Imam, pendamping program PSI di klaster mandiri Lebak. Apa yang disampaikan ke petani seperti asap saja, jika sumber asapnya tidak ada petani juga lupa.

Namun, seiring berjalannya waktu dan penuh kesabaran apa yang disampaikan melalui pertemuan rutin mingguan kelompok tani juga membuahkan hasil. Beberapa petani mencoba menerapkan anjuran dari pendamping dan dirasakan pula peningkatan hasil, sehingga petani yang lainnya pun mulai mengikuti.

Model legowo tersebut merupakan salah satu paket teknologi budidaya padi dalam pertanian yang dianjurkan PSI. Dengan menerapkan model tanam ini beberapa manfaat yang bisa dirasakan yaitu: menghemat benih dan pupuk, perawatan mudah dan meningkatkan hasil produksi.

“Dengan menerapkan model tanam padi legowo tanaman indah dilihat, hemat benih dan pupuk, perawatannya juga mudah,” tutur Hasan salah satu petani dampingan di Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak – Banten. (Imam/Adhi)

1 COMMENT

  1. tanam jajar legowo bukan irit bibit, tapi bertambah =/-50% dari tanam biasa, seiring dengan peningkatan hasil panen.

LEAVE A REPLY

*