Workshop Evaluasi Program Klaster Mandiri Kulon Progo

Workshop Evaluasi Program Klaster Mandiri Kulon Progo

240
1
SHARE

Kulonprogo – Suara cicada/gareng pung (basa Jawa) atau tonggeret (bahasa Sunda) mengiringi perjalanan kami menuju lokasi acara Workshop Evaluasi Program Klaster Mandiri Kulonprogo di Pendopo Kantor Kecamatan Kokap, Rabu (18/4/2012). Lokasi kegiatan ini terletak ditengah hutan rakyat yang dipenuhi pohon jati, mahoni, sengon, kelapa dan lain-lain.Wilayah sasaran Program Klaster Mandiri di Kabupaten Kulonprogo meliputi Kecamatan Kokap (Desa Hargowilis, Kalirejo, Hargorejo) dan Kecamatan Temon (Desa Karangwuluh). Wilayah ini dinilai memiliki potensi masyarakat yang siap berdaya dan kondisi alam yang memadahi. Namun demikian tidak berarti tanpa tantangan.

Lokasi program Klaster Mandiri bidang Pertanian di Desa Karangwuluh Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo. Fokus kegiatan adalah penumbuhan usaha pertanian ‘on farm‘ dan ‘off farm‘ melalui pendampingan kelompok dan induk kelompok tani (inpoktan).

Kegiatan yang telah dilakukan hingga tahun pertama program antara lain; pembentukan dan pendampingan  kelompok tani sehat, penggabungan kelompok dalam suatu mekanisme kerja inpoktan Manunggal Roso, pembiayaan untuk usaha pertanian, pembangunan saung produksi kompos, peningkatan kapasitas mitra (pelatihan pemupukan dan pembuatan pupuk organik, pelatihan budidaya padi sehat, pendampingan kelembagaan lokal).

Terdapat 73 mitra tani sehat sebagai penerima manfaat program yang tergabung dalam 6 kelompok tani. Komoditas pertanian yang dikelola adalah padi, palawija, hortikultura. Hingga saat ini lahan yang digarap mencapai 17,36 ha.

Dana yang telah disalurkan sebesar Rp. 126.120.000,- yang dialokasikan untuk Biaya Langsung Mustahik usaha tani, pengembangan ekonomi komunitas, pembiayaan sarana pendukung, dan pembiayaan demplot.

Pertemuan ini dihadiri sekitar 50 orang yang terdiri dari mitra program, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan direksi Dompet Dhuafa.

Urgensi dan Nilai tambah program Klaster Mandiri antara lain ; pemberdayaan masyarakat merupakan kunci sukses bagi keberhasilan program penanganan kemiskinan (pronangkis), membangkitkan semangat peduli kepada yang lemah, dasyatnya potensi ziswaf bagi kesejahteraan.

Tujuan acara ini antara lain mengurai permasalahan yang ditemukan dan yang sudah dilakukan pada tahun pertama sekaligus merencanakan aktivitas program di tahun kedua.

Program yang telah dan sedang dilaksanakan oleh Dompet Dhuafa bersama masyarakat ini diharapkan mampu mengakselerasi pembangunan masyarakat yang memerlukan dukungan dari pihak lain seperti pemerintah daerah dan masyarakat. [jo]

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

*