Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dan Mikro Organisme Lokal (MOL)

pelatihan-lebak-mol-2012

Lebak – Pertanian Sehat Indonesia (PSI) menyelenggarakan pelatihan pembuatan kompos dan MOL pada hari Kamis (8/3/2012). Bertempat di salah satu wilayah binaan PSI, di Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Di Desa Cisimeut, PSI sedang menyelanggarakan Program Pemberdayaan Petani melalui Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan. Program yang dirancang selama dua tahun ini difokuskan pada pengembangan pertanian padi.

Dalam pelatihan, petani dipahamkan tentang pentingnya unsur organik dan mikroorganisme di dalam tanah agar kesuburan tanah terjaga secara berkelanjutan. Selama ini, perilaku petani yang menyemprotkan pestisida dan pemberian pupuk kimia secara berlebihan berakibat pada penurunan kualitas dan kesuburan tanah. Dampaknya, produktivitas hasil tani menurun.

“Untuk meningkatkan hasil tani dengan cara memperbaiki tanah yang telah rusak diperlukan pemahaman petani tentang struktur dan ekologi tanah. Setelah petani paham, mereka dengan sadar akan memakai pupuk organik. Bahkan bila perlu mereka akan membuat pupuk organik sendiri”, ujar Husin selaku instruktur pelatihan.

Benar saja, di akhir sesi pelatihan, para peserta meminta diajari untuk membuat sendiri pupuk organik berupa kompos, pupuk cair, dan pembiakan Mikro Organisme Lokal (MOL). Pupuk kompos bahannya berasal dari kotoran hewan, hijauan dan jerami, serta mikroorganisme pengurai bahan organik. Bahan-bahan tersebut mudah didapat di sekitar masyarakat dengan biaya murah. Bahkan, limbah pertanian yang selama ini dibuang dan dibakar, bisa dikembalikan ke lahan pertanian. Dengan demikian, tidak ada unsur hara yang terbuang.

Untuk pembuatan MOL, bahannya diambil dari akar bambu dan keong mas yang selama ini menjadi hama di sawah. Melalui beberapa tahapan dan proses, dari bahan-bahan tersebut akan muncul mikroorganisme lokal (MOL). MOL bisa disemprotkan ke lahan pertanian untuk menambah kesuburan. Praktek pembuatan kompos dan MOL akan dilakukan satu minggu berikutnya, sambil menunggu petani mempersiapkan bahan-bahannya. [DIF]

Hits:7976